Keterbatasan sumber pendapatan asli daerah menjadi tantangan utama pembangunan Kota Gorontalo. Hal itu disampaikan Wali Kota Adhan Dambea saat bertemu warga Kelurahan Liluwo kecamatan Kota Selatan, Jumat, (5/6/2026).
Menurut Dambea, pendapatan daerah saat ini hanya bersumber dari sektor perdagangan, restoran, dan pajak kendaraan bermotor. Berbeda dengan daerah lain yang memiliki potensi tambang atau industri besar, Gorontalo belum memiliki sumber pendapatan andalan lain.
"Pendapatan kami sangat bergantung pada kontribusi masyarakat. Karena itu, pembangunan tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah saja," katanya.
Ia mencontohkan penanganan sampah. Pemerintah telah menyediakan alat angkut dan menambah armada berkat bantuan dari Bank Tabungan Negara (BTN), namun keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah juga telah menempatkan tempat sampah di setiap lingkungan.
"Kami berharap warga turut menjaga kebersihan. Ini langkah kecil yang dampaknya besar bagi kenyamanan bersama," tambahnya.