Go-Pena Baner

Sunday, 02 August, 2026

Mahasiswa Pascasarjana UNG Meninggal Tenggelam Saat Berwisata di Pulau Bogisa

Responsive image
Proses evakuasi korban mahasiswa pascasarjana UNG yang tenggelam saat berwisata. Minggu (2/8/2026)

GORONTALALO UTARA – Seorang wisatawan lokal, Riska Halid (25), meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Pulau Bogisa, Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.
Korban diketahui merupakan mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berasal dari Desa Tonala, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama delapan rekannya berangkat menuju Pulau Bogisa menggunakan perahu taksi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.50 Wita. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita dan bermalam dengan mendirikan tenda di kawasan pantai.
Keesokan harinya, Minggu (2/8/2026), sekitar pukul 06.00 Wita, korban bersama sejumlah rekannya sempat berenang sebelum kembali ke pantai untuk sarapan. Setelah itu, korban bersama lima rekannya kembali turun ke laut.
Beberapa menit kemudian, korban bersama beberapa rekannya dilaporkan terseret ombak dan arus laut. Beruntung, sebagian korban berhasil diselamatkan oleh sebuah perahu taksi yang tengah melintas dari Pulau Bogisa menuju Pulau Lampu sambil mengangkut wisatawan.
Saat dievakuasi sekitar pukul 08.30 Wita, Riska Halid ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke tepi pantai dan langsung diberikan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan dan resusitasi jantung paru (RJP) oleh dua wisatawan asal Jerman, yakni Mr. Detlef Schroth dan Mrs. Jasmin, dibantu pemandu wisata Agus Kamba.
Sekitar pukul 09.50 Wita, dua personel Pos TNI AL (Posal) Kwandang tiba di lokasi dan melanjutkan upaya penyelamatan. Namun, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu taksi menuju Pelabuhan Kwandang dan tiba sekitar pukul 10.30 Wita. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah transit keluarga di kawasan Telaga, Kabupaten Gorontalo, sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Desa Tonala, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai dan memperhatikan kondisi cuaca maupun arus laut sebelum berenang. (*) 


Share