GORONTALO - Provinsi Gorontalo berhasil masuk dalam 15 besar peserta Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026setelah memenuhi empat indikator utama ACES (Access, Communication, Environment, dan Service) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sebagai dasar penilaian destinasi wisata ramah muslim di Indonesia.
Sebelum ditetapkan sebagai salah satu peserta, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) telah melakukan pengumpulan, sinkronisasi, dan validasi berbagai dokumen pendukung bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan. Proses tersebut menjadi syarat penting hingga Gorontalo dinyatakan lolos pada tahap validasi dan masuk dalam 15 besar peserta IMTI 2026.
Empat indikator ACES menjadi acuan dalam penilaian. Indikator Access meliputi akses udara, infrastruktur jalan, transportasi laut, serta transportasi publik. Communication mencakup promosi destinasi, penyediaan informasi wisata ramah muslim, edukasi kepada stakeholder, serta ketersediaan pemandu wisata.
Sementara itu, indikator Environment menilai kebijakan pariwisata ramah muslim, organisasi pariwisata daerah, data kunjungan wisatawan, utilitas dasar, aksesibilitas, dan penerapan pariwisata berkelanjutan. Adapun indikator Service meliputi ketersediaan restoran bersertifikat halal, hotel, fasilitas bandar udara, daya tarik wisata, hingga Tourist Information Center (TIC).
Keikutsertaan Gorontalo dalam IMTI 2026 juga memberikan berbagai manfaat strategis. Kementerian Pariwisata akan mempromosikan destinasi melalui landing page Pariwisata Ramah Muslim Indonesia yang memuat informasi atraksi wisata, kalender event bernuansa tradisi Islam dan halal, paket wisata, tempat ibadah, hingga kawasan kuliner aman dan sehat (KHAS). Selain itu, provinsi peserta juga menjadi prioritas dalam program percepatan sertifikasi halal bagi UMKM desa wisata bekerja sama dengan BPJPH serta Program Bootcamp Desa Wisata Unggulan.
Capaian tersebut mendapat dukungan penuh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang terus mendorong sinergi lintas OPD dan stakeholder dalam memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim di Gorontalo. Arahan tersebut diwujudkan melalui koordinasi bersama seluruh pihak untuk memastikan setiap indikator IMTI dapat dipenuhi secara optimal.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan bahwa keberhasilan Gorontalo masuk dalam 15 besar IMTI merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam memenuhi indikator penilaian.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh OPD dan stakeholder terkait yang telah berkolaborasi menyiapkan data serta memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim di Gorontalo. IMTI bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi destinasi, dan membuka peluang memperoleh berbagai program pengembangan dari pemerintah pusat," ujar Sultan Kalupe.
Sultan menambahkan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar Gorontalo tidak hanya mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu provinsi terbaik dalam IMTI, tetapi juga meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata ramah muslim di tingkat nasional.
"Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan seluruh stakeholder pariwisata, kami optimistis Gorontalo dapat terus meningkatkan kualitas destinasi, memperkuat citra sebagai destinasi wisata ramah muslim, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Sultan.(*)