Go-Pena Baner

Friday, 17 July, 2026

Buka Harganas ke-33, Wagub Idah: Keluarga Harmonis Dimulai dari Kasih Sayang Orang Tua yang Adil

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah RH saat membuka kegiatan Haraganas ke 33.

Gorontalo– Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syaidah Rusli Habibie, secara resmi membuka peringatan Kris Jelajah Indonesia yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Gorontalo. Acara pembukaan yang mengusung semangat kolaborasi lintas sektor ini diselenggarakan di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Jumat sore (17/7/2026). Kegiatan strategis yang berlangsung selama tiga hari hingga 19 Juli 2026 ini turut dihadiri oleh Bupati Gorontalo, Ketua DPRD, Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, serta segenap unsur Forkopimda dan mitra kerja terkait. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah Syaidah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, serta Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang bertindak sebagai tuan rumah. Ia memuji sinergi yang berhasil menyatukan misi penguatan kualitas keluarga dengan transformasi ekonomi daerah. Idah menggarisbawahi pentingnya adaptasi digital bagi ketahanan ekonomi keluarga di era modern. Menurutnya, transaksi pembayaran, belanja, pemesanan makanan, sarana transportasi lokal seperti bentor, hingga kewajiban pembayaran pajak dan retribusi daerah saat ini sudah masif beralih ke sistem digital. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang secara konsisten mendampingi akselerasi transformasi ekonomi digital di wilayah Gorontalo. “Dengan tagline Bahagia KrisFest Bersama Keluarga, Transaksi Praktis Kuliner Berdaya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa digitalisasi memberikan kemudahan nyata bagi kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat daya saing UMKM kita,” ujar Wagub Gorontalo. Lebih lanjut, dalam momentum peringatan Harganas ke-33, Idah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan hari keluarga bukan sekadar seremonial, melainkan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya peran orang tua, terutama ayah, untuk hadir sebagai teladan utama bagi anak-anak dan memberikan kasih sayang yang adil tanpa membeda-bedakan gender. “Tidak ada lagi istilah anak perempuan kesayangan ayah atau anak laki-laki kesayangan mama. Semua anak adalah kesayangan kedua orang tuanya. Jangan ada diskriminasi atau perbedaan perlakuan berdasarkan jenis kelamin, karena hal itu bisa membuat anak merasa terkucil, dibully, atau merasa tidak disayangi,” tegas Idah dengan penuh penekanan. Wagub juga mengajak seluruh keluarga di Gorontalo untuk memanfaatkan momentum akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu untuk berkumpul, berefleksi mengenai apa yang telah diberikan kepada keluarga, serta menikmati berbagai hiburan dan edukasi kuliner yang disajikan dalam rangkaian festival ini. Pembukaan ditandai dengan pembacaan basmalah secara resmi oleh Wakil Gubernur, seraya berharap seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari ke depan dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat, memperkuat kualitas keharmonisan keluarga, dan memajukan sektor UMKM lokal di Provinsi Gorontalo. (Fikri)


Share