Gorontalo – Sidang Sinode ke-XX Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG) resmi dibuka di Gedung Misfalah Limboto pada Selasa (15/7/2026). Pembukaan forum tertinggi lima tahunan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPD RI Rahmijati Jahja, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah, serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty.
Hadir pula perwakilan Kanwil Kemenag, unsur Forkopimda Gorontalo seperti perwakilan Kapolda dan Danrem yang diwakili oleh Dandim, serta para Ketua Sinode dari daerah tetangga.
Ketua Umum PGI, Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran jajaran pemerintah dan unsur Forkopimda dalam momentum tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menunjukkan sinergitas yang baik dan harus terus dikembangkan dalam kerja sama yang lebih lanjut ke depan.
"Kehadiran (gereja) mengulurkan tangan untuk kerja sama. Bagaimanapun juga, gereja tidak hadir dengan tangan kosong. Jadi, sinergitas itulah yang kita dorong untuk dapat bekerja dalam panggilan gerejawi untuk menjawab tantangan-tantangan kewilayahan dan daerah," ujar Pendeta Jacklevyn.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana Vondy Mawitjere, memberikan penjelasan mendalam mengenai jalannya persidangan serta agenda penting yang akan dibahas hingga beberapa hari ke depan.
Vondy Mawitjere menjelaskan bahwa seluruh jemaat GPIG yang tersebar di wilayah Provinsi Gorontalo turut ambil bagian dalam momentum bersejarah ini.
"Untuk peserta, sidang ini adalah utusan dari 70 jemaat GPIG se-Gorontalo. Jadi seluruh jemaat GPIG di Provinsi Gorontalo ini hadir. Setiap jemaat mengirimkan utusannya, atau istilahnya primus secundus, serta utusan pembawa suara," ujarnya.
Meski acara seremonial pembukaan digelar secara megah di Gedung Misfalah Limboto, Vondy meluruskan bahwa seluruh rangkaian persidangan selanjutnya akan dipusatkan di tempat ibadah.
"Agenda persidangan pembukaannya memang di sini (Gedung Misfalah), tapi persidangan akan dilaksanakan di gedung Gereja Maranata Limboto. Sidang ini akan berlangsung sampai hari Sabtu nanti," jelasnya.
Sebagai forum lima tahunan, agenda utama dalam Sidang Sinode ke-XX ini adalah suksesi kepemimpinan atau pergantian pengurus Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GPIG untuk periode 2026–2031.
Menutup wawancara, Ketua Pelaksana ini menyampaikan harapan besar agar persidangan ini melahirkan program-program strategis yang berdampak nyata, baik untuk internal gereja maupun kemajuan daerah.
"Harapan kita, pelaksanaan sidang ini akan berjalan lancar, menghasilkan keputusan, rencana kerja, serta rencana strategis yang bagus dan baik untuk sama-sama bertumbuh dan berkembang. Terutama, bagaimana kita bisa terus berkontribusi secara nyata dalam pembangunan di Gorontalo, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten masing-masing," pungkasnya. (Fikri)