Go-Pena Baner

Wednesday, 15 July, 2026

Keras!!! Tolak LGBT Rektor UMGO Tegaskan Komitmen pada Nilai Islam

Responsive image
Rektor UMGO Prof. Dr. Abdul Karim Masaong saat di wawancarai.

Gorontalo – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai Islam dan karakter bangsa di lingkungan kampus. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UMGO, Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., menanggapi rumor mengenai maraknya isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di institusi pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Kadim saat diwawancarai awak media usai menghadiri perhelatan Milad ke-18 UMGO sekaligus Wisuda Pascasarjana, Profesi, dan Sarjana Tahun 2026. Acara khidmat tersebut berlangsung di Gedung Indoor UMGO pada Selasa (14/07/2026).

Saat dimintai tanggapan mengenai langkah pencegahan maraknya LGBT di lingkungan kampus, Prof. Kadim secara terbuka meminta pihak-pihak yang melontarkan isu tersebut untuk membawa bukti nyata ke pihak rektorat. Selama ini, menurutnya, isu tersebut tidak terbukti karena tidak ada data konkret yang diserahkan.

"Selama ini karena kita dengan program itu, belum pernah ada ya. Ada yang selalu menyebut begitu, tapi saya minta bawa data kemari ke kampus, ke rektor, tidak pernah ada data, berarti tidak ada," tegas Prof. Kadim.

Lebih lanjut, Rektor UMGO ini membuat pernyataan sikap yang jelas mengenai pandangan ideologis kampus terhadap kodrat manusia. Ia menekankan bahwa konsep hubungan sesama jenis sangat bertentangan dengan identitas keislaman dan keindonesiaan.

"Mohon maaf saya membuat statement di sini, ya, bahwa Muhammadiyah itu cuma mengenal manusia laki dan wanita. Jadi kemudian pergaulannya, ya, sebagai pasangan, ya, wanita menyenangi laki-laki, dan laki-laki menyenangi wanita. Kalau sesama jenis, itu bukan karakternya sebagai orang Indonesia, orang Islam," lanjutnya.

Sikap tegas ini juga diperkuat oleh pandangan pimpinan pusat organisasi. Prof. Kadim mengutip pernyataan dari Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang turut hadir dalam acara tersebut, yang memosisikan LGBT sebagai salah satu ancaman besar yang harus diwaspadai.

"Bahkan tadi kan Pak Ketua PP mengatakan bahwa LGBT itu adalah musuh nomor dua, ya," tutupnya.  (Fikri) 


Share