Go-Pena Baner

Friday, 31 July, 2026

Tangani Kekeringan di Gorontalo, BWS Sulawesi II Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih

Responsive image
Penyaluran Air Bersih.

Limboto, gopena.id — Menghadapi ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau di Provinsi Gorontalo, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo mengambil langkah cepat melalui aksi pengerahan armada tangki air secara masif ke titik-titik pemukiman terdampak.

Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo, Ali Rahmat, menyatakan bahwa fokus utama penanganan jangka pendek saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi setiap hari tanpa terputus.

"Kami berprinsip langsung bergerak cepat di lapangan. Begitu ada laporan dari warga, tim armada tangki langsung bergerak mendistribusikan air bersih," ujar Ali Rahmat di Posko Bencana BWS Sulawesi II Gorontalo, Jumat (31/7/2026).

Untuk memperkuat daya jangkau distribusi air yang dilaksanakan nonstop setiap hari sejak sepekan terakhir, BWS Sulawesi II menggandeng Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) guna memperkuat armada operasional.

Dari yang semula hanya mengandalkan 1 unit mobil tangki milik BWS, kini total 3 unit mobil tangki berkapasitas besar dikerahkan penuh ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan paling parah.

Kapasitas Armada:Masing-masing mobil tangki mampu mengangkut 4.000 hingga 5.000 liter air bersih dalam sekali jalan.

Intensitas Pengiriman:Dalam satu hari, armada melakukan pengiriman berulang (rit) ke lokasi target. Untuk wilayah kritis, satu desa bisa mendapat suplai hingga 3 kali pengiriman atau setara 10.000 sampai 12.000 liter air.

Total Volume Terdistribusi: Hingga saat ini, BWS Sulawesi II telah menyalurkan sedikitnya 59.000 liter air bersih yang menjangkau lebih dari 575 Kepala Keluarga (KK).

"Hari ini saja, tiga unit tangki langsung kita berangkatkan secara bersamaan menuju titik-titik rawan di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara," jelas Ali.

Berdasarkan pemetaan di lapangan, Kabupaten Gorontalo menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan paling kritis. Armada tangki BWS terus menyisir daerah-daerah pemukiman yang krisis air, di antaranya Desa Motilango, Ombulodata, dan Motinelo di Kabupaten Gorontalo, serta Desa Botuwombato di Gorontalo Utara.

Mengingat keterbatasan jumlah armada jika dibandingkan dengan luasnya area terdampak, BWS Sulawesi II menerapkan strategi bagi tugas bersama instansi lain agar penyaluran air efisien dan tepat sasaran.

"Kami terus berkoordinasi erat dengan BPBD Provinsi maupun Kabupaten, PDAM, hingga PMI. Seperti di Bone Bolango, penanganan air bersih diampu oleh PMI dan BPBD, sementara BWS fokus pada titik-titik kritis lainnya. Dengan membagi zona seperti ini, penyaluran air bersih menjadi efektif dan tidak ada lokasi yang tumpang tindih," pungkasnya. (Fikri) 


Share