GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong para pelajar untuk berani memiliki cita-cita tinggi serta terus mengasah kemampuan sebagai bekal meraih masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Idah saat menghadiri Transbahasa Championship yang digelar di Bandayo Yiladia, Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (25/9/2026).
Kompetisi tersebut diikuti 56 tim pelajar dari berbagai SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Provinsi Gorontalo. Terdiri dari 39 tim tingkat SMP sederajat dan 17 tim tingkat SMA sederajat.
Dalam kesempatan itu, Wagub Idah memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan kompetisi bukan hanya sebagai ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan.
“Kegiatan yang adik-adik ikuti sekarang bukan hanya sekadar mencari siapa pemenang. Tetapi ajang ini adalah sebuah peluang besar untuk mengevaluasi kemampuan setiap siswa sesuai dengan keahlian masing-masing, termasuk melatih kemampuan adik-adik, baik dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Idah.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak takut bermimpi dan menetapkan cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, kemampuan bahasa dapat menjadi salah satu modal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun membuka peluang di dunia kerja, termasuk hingga ke mancanegara.
“Mudah-mudahan yang di sini tidak ada yang tidak punya cita-cita. Jangan pernah takut untuk bercita-cita. Setelah lulus SMA, kalian bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, mengikuti kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang, Mandarin atau Jerman, bahkan menjadi pekerja migran. Semua itu harus dipersiapkan dengan baik,” terang Idah.
Wagub Idah selanjutnya mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda dengan memperbanyak pengalaman, terus belajar, menuntut ilmu, serta aktif mencari tahu berbagai hal yang belum diketahui.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi seperti Transbahasa Championship dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda Gorontalo.
Sementara itu, Direktur Transbahasa Gorontalo Novrianto Napu mengatakan, Transbahasa Championship merupakan salah satu upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan di tengah perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (AI).
“Tahun ini sudah jadi tahun kedua pelaksanaan Transbahasa Championship. Konsepnya mirip seperti cerdas cermat. Masing-masing sekolah bertanding secara sportif, bukan hanya mengasah kemampuan di bidang bahasa, tetapi juga bidang yang lebih luas seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial dan lainnya,” jelas Novrianto.
Transbahasa Championship 2026 juga menghadirkan trofi bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun. Trofi tersebut akan diserahkan kepada pemenang untuk dipertahankan hingga pelaksanaan kompetisi berikutnya.