Go-Pena Baner

Saturday, 26 September, 2026

Angka Stunting Menurun, Ismail Akaseh Perkuat Gerakan Koin Stunting

Responsive image
Penyerahan Bantuan Hasil dari Koin Stunting Bagi Keluarga Penerima

imboto, (Go-Pena) — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Gorontalo terus diperkuat melalui berbagai pendekatan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Salah satunya melalui inovasi Koin Stunting yang mengandalkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar keluarga berisiko stunting.

Program tersebut menjadi perhatian dalam verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) KemenPAN-RB bersama Tim Evaluasi Mandiri Kemendukbangga/BKKBN RI, Jumat (25/9/2026).

Verifikasi dilakukan di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, kemudian dilanjutkan dengan wawancara di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Limboto.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gorontalo, Ismail Akaseh, menyambut langsung proses verifikasi tersebut. Ia menilai inovasi Koin Stunting menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting dapat dilakukan dengan melibatkan kekuatan masyarakat dari tingkat paling bawah.

Menurut Ismail, keberlanjutan program seperti Koin Stunting penting untuk memastikan keluarga yang masuk kategori berisiko stunting mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan mereka.

“Keberhasilan program ini mempertegas reputasi Kabupaten Gorontalo sebagai daerah yang proaktif, inovatif, dan transparan dalam tata kelola pelayanan publik serta penanganan isu kesehatan nasional,” ujar Ismail.

Ia juga menegaskan Pemkab Gorontalo akan terus mendukung keberlanjutan dan perluasan program yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dampak program tersebut terlihat dari penurunan persentase Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kecamatan Limboto.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam program tersebut, persentase KRS di Kecamatan Limboto turun dari 27,11 persen pada 2023 menjadi 15,71 persen pada 2025.

Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya perkembangan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Limboto.

Koin Stunting sendiri merupakan gerakan penggalangan dana partisipatif dengan menghimpun uang pecahan kecil dari rumah tangga, sekolah maupun kantor kelurahan. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk mendukung sejumlah kebutuhan keluarga sasaran.

Intervensi tersebut mencakup pemenuhan nutrisi, penyediaan sarana air bersih, pembangunan jamban atau sanitasi keluarga, serta edukasi dan penyuluhan kesehatan.

Sepanjang periode 2024–2026, program tersebut tercatat telah menyalurkan 111 bantuan fisik dan kegiatan. Bantuan itu terdiri dari 97 penerima manfaat intervensi nutrisi, tiga unit sanitasi atau jamban layak, 10 titik sarana air bersih, serta satu kegiatan edukasi dan penyuluhan intensif.

Ismail Akaseh menilai penurunan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi sampai kepada keluarga yang membutuhkan.

Karena itu, inovasi Koin Stunting dinilai memiliki nilai strategis karena mengubah kepedulian masyarakat dalam bentuk sederhana menjadi dukungan konkret bagi keluarga berisiko stunting.

Program tersebut juga dinilai memberikan dampak sosial melalui penguatan kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, mengatakan keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya diukur dari aspek administratif, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.

“Inovasi Koin Stunting yang diprakarsai oleh Koordinator Wilayah Penyuluh KB Kecamatan Limboto menjadi bukti konkret. Program ini terbukti memberikan multiplier effect dan menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat dalam pencegahan stunting,” kata Tenny.

Koordinator Wilayah PKB Kecamatan Limboto, Abdurahman Nango, mengatakan program tersebut berangkat dari gagasan sederhana untuk mengoptimalkan uang koin yang selama ini kerap tidak diperhatikan.

Menurutnya, kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mendukung percepatan penurunan stunting, meski dimulai dari kontribusi kecil.

Dengan capaian tersebut, BKKBN Gorontalo bersama Pemkab Gorontalo membuka peluang untuk memperluas dan mereplikasi inovasi Koin Stunting ke wilayah lain.

Bagi Pemkab Gorontalo, penguatan kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga tren penurunan keluarga berisiko stunting sekaligus memastikan intervensi pencegahan berjalan secara berkelanjutan. (*)


Share