Go-Pena Baner

Tuesday, 28 July, 2026

Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Kota Gorontalo Ingatkan Warga Hemat Air dan Waspada Kebakaran

Responsive image
Kepala BPBD Kota Gorontalo, Henry Ticoalu saat menyampaikan sosialisasi di kegiatan silaturahmi antara pemerintah Kota Gorontalo dengan masyarakat Kelurahan Dembe Jaya.

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Henry Ticoalu, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang tengah melanda wilayah Kota Gorontalo.
Imbauan tersebut disampaikan Henry Ticoalu saat kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat di Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Selasa (28/7/2026) malam.
Henry menjelaskan, salah satu tugas utama BPBD adalah meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, termasuk dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
"Kurang lebih hampir dua bulan Kota Gorontalo mengalami kemarau panjang. Kondisi ini harus kita waspadai bersama karena berpotensi menimbulkan berbagai ancaman bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkuat oleh fenomena El Nino sehingga diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September dan berpotensi berlanjut sampai awal tahun depan.
Menghadapi kondisi tersebut, Henry mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tiga dampak utama yang dapat terjadi.
Pertama, ketersediaan air bersih yang mulai berkurang akibat menurunnya debit air di sejumlah sumber air maupun instalasi penyediaan air bersih.
"Masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan air. Gunakan air seperlunya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya agar persediaan tetap mencukupi," katanya.
Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga diminta menyiapkan cadangan air bersih menggunakan tempat penampungan yang tersedia di rumah sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Henry juga mengajak masyarakat membantu menjaga distribusi air bersih dengan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran pipa PDAM maupun memperbaiki kebocoran instalasi air di rumah masing-masing.
"Kebocoran sekecil apa pun akan sangat berpengaruh karena saat ini debit air sungai sebagai sumber air baku PDAM juga mengalami penurunan," jelasnya.
Hal kedua yang menjadi perhatian BPBD adalah meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.
Henry mengimbau masyarakat, khususnya yang masih menggunakan kayu bakar, agar memastikan api benar-benar padam setelah selesai memasak.
Ia juga mengingatkan warga untuk selalu memeriksa peralatan listrik dan peralatan memasak sebelum meninggalkan rumah.
"Jangan sampai kita kembali ke rumah hanya melihat puing-puing akibat kebakaran karena kelalaian mematikan peralatan listrik atau kompor," tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan karena sejumlah kasus kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.
Henry turut mengingatkan orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak yang bermain dengan korek api, lilin maupun peralatan listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau masyarakat secara berkala memeriksa instalasi kelistrikan di rumah.
"Instalasi listrik yang sudah tua atau rusak sebaiknya segera diperbaiki atau diganti agar tidak menjadi sumber kebakaran. Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan sehingga musim kemarau ini dapat kita lewati dengan aman," pungkasnya. (Wan) 


Share