Go-Pena Baner

Thursday, 24 September, 2026

Adhan Dambea Tinjau Pertokoan Murni, Bangunan Kosong Disiapkan Jadi Ruang Produktif

Responsive image
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat meninjau kawasan pertokoan murni.

KOTA GORONTALO — Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea meninjau sejumlah bangunan dan toko yang belum dimanfaatkan di kompleks Pertokoan Murni, Selasa (22/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sejumlah bangunan yang dinilai memiliki potensi untuk kembali dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan usaha masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Adhan didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo Haryono Soeronoto, S.STP., M.Si., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Gorontalo Dandy Winardi Datau, SE.

Adhan mengatakan, keberadaan bangunan yang belum dimanfaatkan perlu menjadi perhatian pemerintah, terlebih jika lokasi tersebut memiliki potensi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, ruang-ruang yang saat ini belum produktif dapat diarahkan untuk kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan kondisi bangunan serta ketentuan yang berlaku.

“Bangunan yang kosong ini kita lihat, apakah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha. Jangan sampai ada tempat yang sebenarnya bisa digunakan, tetapi dibiarkan tidak produktif,” ujar Adhan.

Ia menilai, ketersediaan ruang usaha merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya dituntut memperhatikan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu memastikan berbagai fasilitas dan ruang yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadi bukan hanya membangun, tetapi kita juga harus melihat apa yang sudah ada dan bagaimana bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Adhan menjelaskan, peninjauan lapangan menjadi bagian dari upaya Pemkot Gorontalo mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Langkah tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Selain ketersediaan ruang usaha, Adhan juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif di Kota Gorontalo.

“Kota Gorontalo ini aman untuk kegiatan usaha. Kita ingin masyarakat nyaman menjalankan usahanya dan pelaku usaha juga memiliki kepercayaan untuk mengembangkan usahanya di daerah ini,” ujarnya.

Menurut Adhan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan bantuan modal maupun pembiayaan. Faktor lain seperti ketersediaan tempat usaha, keamanan, kenyamanan dan bergeraknya aktivitas ekonomi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.

Pemkot Gorontalo, lanjutnya, akan terus memantau berbagai potensi yang ada di wilayah kota, termasuk bangunan atau ruang yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Adhan berharap, pemanfaatan ruang secara produktif dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan usaha sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Kota Gorontalo.

“Yang kita inginkan adalah bagaimana ruang-ruang yang ada bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)


Share