LIMBOTO (Go-Pena.id) — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan tenaga pendidik tidak berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat menjangkau seluruh 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Harapan tersebut disampaikan Sofyan saat menghadiri kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di Aula KGTK Gorontalo.
Menurut Sofyan, kolaborasi antara dokter dan guru memiliki nilai penting karena keduanya memegang peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Guru adalah penerang bangsa, sedangkan dokter adalah penjaga kesehatan masyarakat. Kerja sama seperti ini sangat bagus dan nyata,” ujar Sofyan.
Ia menilai perhatian terhadap kesehatan guru perlu diperluas karena kondisi kesehatan pendidik turut menunjang keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
Karena itu, Sofyan berharap program pemeriksaan kesehatan seperti yang dilakukan IDI dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan para guru di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan bertema “IDI Berkemajuan: Gorontalo Sehat dan Sejahtera” tersebut memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi pencegahan penyakit varises serta layanan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Gorontalo.
Sekitar 150 guru dan tenaga pendidik mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut. IDI menyiapkan layanan dengan melibatkan dokter umum dan dokter spesialis.
Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Yusuf, Sp.N., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dokter terhadap para guru yang dinilai memiliki jasa besar dalam membentuk generasi bangsa.
“Kami bisa ada seperti sekarang karena jasa para guru. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para guru tetap sehat dan bersemangat dalam mendidik murid-murid,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Rapia Bahuwa, mengapresiasi perhatian IDI terhadap kesehatan para guru.
“Jika gurunya sehat, proses mengajar di sekolah pasti jadi lebih maksimal. Karena itu, kesehatan guru sangat penting bagi kita semua,” katanya.
Layanan kesehatan tersebut menargetkan 500 peserta dengan 150 kuota khusus bagi anggota PGRI Kabupaten Gorontalo. Prioritas diberikan antara lain kepada guru yang sedang hamil serta pengurus sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK.
Bagi Sofyan, kolaborasi IDI dan PGRI tersebut dapat menjadi model kerja sama yang terus dikembangkan untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan tenaga pendidik di Kabupaten Gorontalo.