GORONTALO — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 mengadakan kegiatan edukasi dan demonstrasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar cair di Desa Luhu. (25/9/2026), Kegiatan ini mengajak masyarakat melihat potensi pemanfaatan sampah plastik sekaligus memperkuat kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan "pirolisis", yaitu proses pemanasan plastik tertentu dalam kondisi oksigen terbatas. Uap yang dihasilkan kemudian didinginkan hingga menjadi cairan yang dikenal sebagai *minyak pirolisis. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa jenis plastik, kondisi proses, dan penanganan hasil sangat memengaruhi mutu produk.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, terutama pemilahan. Teknologi pengolahan perlu dijalankan secara aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Haikal selaku Koordinator Desa.

Minyak pirolisis tidak dapat langsung dianggap setara dengan bensin atau solar. Pemanfaatannya memerlukan pengujian mutu, penilaian emisi, serta pengelolaan residu dan aspek keselamatan. Karena itu, kegiatan ini menempatkan teknologi sebagai bahan pembelajaran dan penjajakan, sementara pengurangan penggunaan plastik dan pemilahan sampah tetap menjadi langkah utama.
Melalui KKN Tematik Infrastruktur 2026, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka diskusi bersama pemerintah desa dan warga mengenai sistem pengumpulan sampah plastik, pilihan teknologi yang sesuai, serta tindak lanjut yang dapat dikelola secara berkelanjutan di Desa Luhu. (*)