PERILAKU Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. PHBS adalah sekumpulan tindakan atau kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Dalam konteks pembangunan kesehatan nasional, PHBS berperan penting sebagai strategi promotif dan preventif untuk mencegah berbagai penyakit, menurunkan angka kematian, serta meningkatkan kualitas hidup. Namun, kesadaran masyarakat terhadap PHBS masih menjadi tantangan, terutama di daerah dengan tingkat pendidikan dan akses informasi yang terbatas.
Kesadaran terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sebagai nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ini mencakup pemahaman bahwa tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara rutin memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Ketika masyarakat menyadari dan memahami manfaat dari PHBS, mereka akan lebih aktif dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencegah penyakit, serta meningkatkan produktivitas hidup.
Salah satu contoh nyata PHBS adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun pada saat-saat penting, seperti sebelum makan, setelah buang air besar, atau setelah memegang benda kotor. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat mencegah penularan berbagai penyakit infeksi seperti diare, cacingan, influenza, dan infeksi saluran pernapasan. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan. Padahal, tangan yang kotor adalah media utama penularan kuman penyakit. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya cuci tangan adalah langkah awal yang sangat penting dalam penerapan PHBS.
Selain itu, penggunaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak menjadi faktor penting lainnya. Ketersediaan air bersih sangat menentukan kesehatan masyarakat, karena air digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, seperti jamban sehat, dapat menyebabkan peningkatan kasus penyakit berbasis lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat perlu sadar bahwa menjaga sumber air dan menggunakan fasilitas sanitasi secara benar adalah bagian dari tanggung jawab bersama.
Kesadaran akan pola makan sehat juga menjadi bagian penting dari PHBS. Banyak masyarakat yang masih memiliki kebiasaan makan sembarangan, konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan gula, serta kurang mengonsumsi sayur dan buah. Pola makan tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan obesitas. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, masyarakat dapat membentuk kebiasaan makan yang lebih baik, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang.
Selain makan sehat, aktivitas fisik yang teratur juga termasuk dalam PHBS. Di era modern saat ini, banyak orang yang memiliki gaya hidup sedentari, yaitu kurang bergerak akibat pekerjaan kantor atau kebiasaan duduk terlalu lama. Kesadaran untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau olahraga ringan lainnya, sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh, memperkuat jantung, meningkatkan metabolisme, dan memperbaiki kesehatan mental.
PHBS juga mencakup upaya menjauhi kebiasaan berisiko seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan penyalahgunaan narkoba. Merokok, misalnya, merupakan kebiasaan yang sangat merugikan kesehatan, tidak hanya bagi perokok itu sendiri, tetapi juga bagi orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok. Penyakit seperti kanker paru, gangguan jantung, dan penyakit saluran napas kronis banyak disebabkan oleh rokok. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan pentingnya lingkungan bebas asap rokok sangat penting, terutama untuk melindungi anak-anak dan remaja.
Pentingnya PHBS semakin terasa dalam situasi krisis kesehatan, seperti pandemi COVID-19. Pandemi ini mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga kebersihan diri, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Masyarakat yang telah terbiasa menjalankan PHBS akan lebih siap dan cepat beradaptasi dalam situasi darurat kesehatan. Oleh karena itu, membiasakan hidup bersih dan sehat tidak hanya untuk situasi normal, tetapi juga sebagai modal dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.
Selain aspek individu, PHBS juga berhubungan erat dengan kebersihan lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih akan mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk, tikus, dan lalat. Lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan kondisi hidup yang nyaman, aman, dan sehat bagi seluruh warga.
Dalam konteks keluarga, PHBS berperan besar dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ibu yang memiliki kesadaran hidup bersih dan sehat akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, memberikan makanan bergizi, menjaga kebersihan rumah, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini penting untuk mencegah stunting, penyakit infeksi, dan gangguan tumbuh kembang lainnya. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang bersih dan sehat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah.
Peran pemerintah dalam meningkatkan kesadaran PHBS juga sangat besar. Melalui program penyuluhan kesehatan, posyandu, dan kampanye publik, masyarakat didorong untuk menerapkan PHBS di lingkungan masing-masing. Namun, upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan pendekatan yang tepat sasaran sesuai budaya dan karakteristik masyarakat setempat. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah daerah diperlukan agar pesan-pesan PHBS bisa diterima dengan baik.
Lembaga pendidikan juga memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hidup sehat sejak usia dini. Sekolah seharusnya menjadi tempat belajar tidak hanya secara akademik, tetapi juga sebagai tempat pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Guru sebagai panutan harus memberikan contoh nyata dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. Dengan menanamkan PHBS sejak kecil, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar kesehatan.
Di era digital saat ini, media massa dan media sosial juga menjadi sarana efektif dalam menyebarluaskan informasi tentang PHBS. Konten edukatif tentang pentingnya hidup bersih dan sehat yang dikemas secara menarik dapat menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda. Melalui kampanye kreatif di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan keseharian masyarakat.
Namun, membentuk kesadaran tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang dan keterlibatan aktif dari semua pihak. Masyarakat harus merasa bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata-mata urusan tenaga medis atau pemerintah. Kesadaran ini harus tumbuh dari dalam diri setiap individu, didukung oleh lingkungan sosial yang kondusif, serta ditopang oleh sistem pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.
Penutup, PHBS bukan sekadar rangkaian kebiasaan sehat, tetapi merupakan gaya hidup dan budaya yang mencerminkan tingkat peradaban suatu masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat, kita tidak hanya mencegah penyakit, tetapi juga membangun generasi yang sehat, kuat, dan produktif. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjadikan PHBS sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari demi masa depan yang lebih baik. (*)