GORONTALO (Go-Pena.id) – Rabu malam, 7 Januari 2026, Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo tak seperti biasanya. Sejak pukul 19.00 Wita, satu per satu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) datang dan keluar silih berganti. Tanpa seremoni. Tanpa sambutan panjang.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mewawancarai mereka secara personal. Evaluasi kinerja menjadi alasan utama, namun sinyal mutasi di tubuh Pemprov Gorontalo kian terasa, seiring konsolidasi awal pemerintahan Gusnar Ismail – Idah Syahidah Rusli Habibie.
Malam itu berlangsung hampir tiga jam, hingga pukul 21.45 Wita. Topik yang dibahas tak ringan: peningkatan PAD, program strategis, efektivitas ASN dan PPPK, hingga satu pertanyaan kunci yang berulang—kesiapan ditempatkan di mana saja. Berikut hasil wawancara dari media Go-Pena dengan kepala OPD usai mereka dipanggil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Evaluasi Berurutan, dari PAD hingga Komitmen ASN
19.00 Wita – Risjon Sunge (Kadis Kumperindag)
Orang pertama yang keluar dari rumah jabatan. “Saya ditanyakan bagaimana potensi peningkatan PAD,” katanya singkat.
19.15 Wita – Sila Botutihe (Kadis Perikanan)
Isu kelautan jadi sorotan. “Pak Gubernur menanyakan teknis pengembangan rumput laut di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Soal mutasi itu ranah beliau, saya siap ditempatkan di mana saja.”
19.25 Wita – Jamal Nganro (Kadis Perhubungan)
Membawa kabar penting konektivitas udara. “Akan dibuka lagi penerbangan Gorontalo–Manado. Pak Gubernur minta surat segera dimasukkan ke sistem. Jika jadi, rutenya Gorontalo–Manado–Makassar–Jakarta. Sebagai ASN, kapan saja saya siap.”
19.33 Wita – Zukri Suratinojo (Inspektorat)
Nada pembicaraan lebih dalam. “Pak Gub menyinggung apakah kerja sama perlu dilanjutkan. Itu pernyataan tendensius, tapi sebagai ASN saya siap. Beliau juga menanyakan strategi mengefektifkan PPPK penuh waktu dan paruh waktu.”
19.45 Wita – Masran Rauf (Staf Ahli Gubernur)
Penguatan peran strategis. “Staf ahli diminta memperkuat koordinasi dengan OPD dan menata struktur. Banyak peluang yang harus ditangkap.”
20.19 Wita – Sudarman Samad (Sekwan DPRD)
Pertanyaan langsung soal masa jabatan. “Saya ditanya sudah tiga tahun menjabat dan harus siap proses selanjutnya. Sebagai ASN, saya siap ditempatkan di mana saja.”
20.26 Wita – Rusli Nusi (Kadis Pendidikan)
Fokus tahun berjalan. “Pak Gubernur memastikan komitmen saya. Tahun 2026 ini tahun running, targetnya peningkatan prestasi peserta didik.”
20.30 Wita – Aryanto Husain (Kadis Pariwisata)
Sorotan ekonomi daerah. “Pertemuan malam ini pak Gubernur mengharapkan bagaimana sumber daya yang kita punya meningkatkan penerimaan, dan program unggulan. Kita tahu salah satu penggerak ekonomi ini adalah Pertanian, dan NTP kita sekarang naik. Pak Gubernur juga menanyakan kesiapan untuk bekerjasama, dan sebagai ASN saya siap.”
20.39 Wita – Aris Ardianto (Kadis PUPR)
Evaluasi komitmen dan program. “Saya ditanya kesiapan membantu pak Gubernur dan program PU. Soal penempatan, saya siap.”
20.40 Wita – Sri Wahyuni Daeng Matona (Kadis Kominfo)
Bahas perubahan organisasi. “Diskominfotik berubah dari tipe B ke tipe A plus dengan lima bidang. Tantangannya SDM dan anggaran. Saya siap ditempatkan di mana saja.”
20.50 Wita – Ridwan Hemeto (Kadis Kearsipan dan Perpustakaan)
Literasi jadi fokus. “Kami bicara program peningkatan minat baca masyarakat.”
21.04 Wita – Sultan Kalupe (Kadis DPMPTSP)
Evaluasi program berjalan. “Pak Gubernur menanyakan kesiapan dan program dinas. Saya siap.”
21.12 Wita – Faisal Lamakaraka (Kadis LHK)
Refleksi perjalanan birokrasi. “Kami menjabat sebelum pak Gubernur dan Wagub dilantik. Intinya kesiapan, saya siap ditempatkan di mana saja.”
21.28 Wita – Bambang Handoko (Kepala BPBD)
Suasana lebih cair. “Seperti ngobrol keluarga. Saya jelaskan banyak di lapangan karena titik bencana.”
21.45 Wita – Daniel Ibrahim (Kadis Pemuda dan Olahraga)
Penutup malam panjang. “Saya menyampaikan program kerja. Prinsipnya sebagai ASN, saya siap ditempatkan di mana saja.”
Mutasi Tinggal Menunggu Waktu
Pemanggilan satu per satu, tanpa jarak, tanpa panggung, memperlihatkan arah kebijakan baru Pemprov Gorontalo. Evaluasi bukan sekadar formalitas, melainkan uji kesiapan dan loyalitas.
Di Rumah Jabatan malam itu, satu pesan menguat: penyegaran birokrasi tinggal menunggu waktu. (Wawan)