Go-Pena Baner

Friday, 20 February, 2026

Setahun Kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie: Prestasi Diraih, Kesejahteraan Rakyat Tetap Jadi yang Utama

Responsive image
Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. (Foto : Dok)

SUDAH Satu tahun kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie di Provinsi Gorontalo menjadi momentum refleksi, sejauh mana arah perubahan yang dijanjikan mulai terlihat, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025, Gusnar Ismail Bersama Idah Syahidah Rusli Habibie atau yang selalu dipanggil dengan torang pe ibu, selalu konsisiten menjalankan program-program yang sudah dijanjikan selama kampanye.

Catatan redaksi Go-Pena.id, tahun pertama bukan sekadar seremoni capaian, tetapi periode membangun fondasi yang akan menentukan keberlanjutan empat tahun ke depan.


Fiskal Kuat, Fondasi Pembangunan Diperkuat

Salah satu catatan paling menonjol adalah kinerja tata kelola keuangan daerah. Berdasarkan data yang juga pernah dimuat Go-Pena.id, realisasi pendapatan APBD 2025 mencapai 106,89 persen dari target — menempatkan Gorontalo di posisi teratas secara nasional dalam realisasi pendapatan.

Sementara itu, realisasi belanja daerah berada di atas 92 persen, dengan realisasi fisik program mendekati 96 persen. Angka ini menunjukkan bahwa mesin birokrasi berjalan efektif, perencanaan tidak berhenti di atas kertas, dan eksekusi program berlangsung konsisten.

Stabilitas fiskal ini menjadi modal penting. Di tengah tekanan ekonomi nasional dan global, kemampuan daerah menjaga keseimbangan anggaran menjadi fondasi untuk memastikan program sosial dan pembangunan tetap berjalan.

Pertanian Menguat: NTP Tertinggi di Indonesia Timur

Go-Pena.id juga mencatat bahwa pada Desember 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo menjadi yang tertinggi di Indonesia Timur. NTP merupakan indikator penting kesejahteraan petani, karena menggambarkan perbandingan antara harga yang diterima petani dengan biaya yang mereka keluarkan.

Kenaikan NTP menunjukkan adanya perbaikan daya tawar dan produktivitas sektor pertanian — sektor yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo. Program berbasis agromaritim yang dicanangkan pemerintah daerah mulai memperlihatkan arah yang positif.

Namun pertanyaan berikutnya adalah keberlanjutan: apakah tren ini mampu dijaga secara konsisten hingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani secara merata?

Kesehatan: UHC dan Penurunan Stunting

Di sektor kesehatan, Gorontalo mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ketiga nasional dalam UHC Award 2026. Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di daerah ini telah melampaui 98 persen dengan tingkat keaktifan yang tinggi.

Tak hanya itu, upaya penurunan stunting juga membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Gorontalo menerima penghargaan nasional atas keberhasilan menekan angka stunting secara signifikan. Bagi Go-Pena.id, capaian ini bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan bukti bahwa intervensi kesehatan keluarga mulai berjalan sistematis. Karena pada akhirnya, kualitas sumber daya manusia menjadi investasi jangka panjang pembangunan daerah.

Layanan Publik dan Prestasi Daerah

Dalam bidang pelayanan publik, Gorontalo masuk kategori “Sangat Baik” di tingkat nasional. Reformasi birokrasi, percepatan layanan administrasi, dan transparansi menjadi faktor pendukung meningkatnya indeks pelayanan publik.

Di sisi lain, capaian non-ekonomi juga tak kalah penting. Pemerintahan Gusnar – Idah membawa Gorontalo meraih sejumlah penghargaan di ajang RRI Awards 2025. Bahkan perhatian terhadap atlet daerah yang berprestasi di ajang SEA Games diwujudkan melalui pemberian bonus langsung sebagai bentuk apresiasi.

Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari angka ekonomi, tetapi juga dari penguatan identitas dan kebanggaan daerah.

Catatan Go-Pena.id: Fondasi Sudah Diletakkan, Ujian Masih Panjang

Satu tahun pertama pemerintahan Gusnar – Idah menunjukkan pola kerja yang relatif stabil dan terukur. Fiskal terkendali, sektor pertanian menunjukkan penguatan, layanan kesehatan dan publik membaik, serta pengakuan nasional mulai diraih.

Namun Go-Pena.id memandang bahwa tantangan sesungguhnya ada pada fase berikutny, seperti Menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi Harga, Memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan hingga ke desa, Mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan, Memperkuat sektor pendidikan dan UMKM berbasis digital

Data menunjukkan arah yang positif. Tetapi pembangunan sejati bukan hanya tentang capaian administratif, melainkan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari rakyat Gorontalo. Teruslah bekerja untuk Gorontalo Gusnar Ismail - Idah Syahidah Rusli Habibie. (*)
 


Share