Go-Pena Baner

Tuesday, 24 February, 2026

Setahun Kepemimpinan Gusnar - Idah, Data Berbicara : Kemiskinan Turun, Ekonomi Gorontalo Tumbuh 5,71 Persen

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memaparkan satu tahun kinerja Gusnar - Idah. Selasa (24/02/2026).

Gorontalo — Refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, periode 2025–2030 tak hanya berisi paparan program dan rencana kerja. Lebih dari itu, data statistik resmi menunjukkan adanya tren perbaikan pada sejumlah indikator utama kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data yang dipublikasikan dan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2025 tercatat sebesar 5,71 persen. Angka ini melampaui target 5,54 persen atau terealisasi 103,07 persen, serta menjadi pertumbuhan tertinggi setelah masa pandemi.
Tak hanya pertumbuhan, angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2024, tingkat kemiskinan berada di angka 13,87 persen, lalu turun menjadi 12,62 persen pada 2025. Capaian ini bahkan disebut sebagai penurunan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Data tersebut menjadi indikator penting bahwa kebijakan penguatan ekonomi rakyat mulai memberi dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat bawah.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 120,89 dan tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia Timur.

NTP yang meningkat menunjukkan daya beli petani semakin membaik, sekaligus mencerminkan keseimbangan harga hasil produksi dan kebutuhan konsumsi.
Paparan Gubernur_Refleksi Satu Tahun_FINAL.pptx None
Stabilitas inflasi yang terjaga pada kisaran 2–3 persen sepanjang 2025 juga menjadi faktor pendukung terjaganya daya beli masyarakat.
Inflasi yang terkendali berarti harga kebutuhan pokok relatif stabil, sehingga tekanan ekonomi terhadap rumah tangga dapat diminimalkan.
Dari sisi penguatan ekonomi mikro, ribuan UMKM mendapatkan intervensi bantuan dan pembinaan, puluhan koperasi diaktifkan kembali, serta nilai ekspor daerah meningkat 49 persen dibanding tahun sebelumnya.
Angka-angka ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi produktif di tingkat akar rumput.
Di bidang sosial, upaya penurunan stunting juga menunjukkan perbaikan dari 26,9 persen menjadi 23,8 persen, yang menandakan perhatian pemerintah terhadap kualitas generasi masa depan.
Refleksi satu tahun ini memperlihatkan bahwa penilaian kinerja pemerintahan tidak semata bertumpu pada narasi, melainkan pada indikator kuantitatif yang terukur. Pertumbuhan ekonomi yang melampaui target, penurunan kemiskinan, peningkatan daya beli petani, serta stabilitas harga menjadi gambaran bahwa fondasi kesejahteraan rakyat mulai menguat.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Target akhir RPJMD 2029 terkait penurunan kemiskinan, pengangguran terbuka, dan peningkatan UMKM naik kelas masih membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberlanjutan program.
Namun untuk satu tahun pertama, data telah memberikan sinyal positif: arah pembangunan di Gorontalo bergerak menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan. (*)


Share