GORONTALO – Suasana hangat menyelimuti Rumah Dinas Wakil Gubernur Gorontalo pada Kamis sore, 21 Mei 2026. Hari itu, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyambut kedatangan sejumlah perwakilan Panitia Temu Jurnalis Gorontalo. Pertemuan ini bukan sekadar audiensi formal, melainkan ruang diskusi yang sarat akan kepedulian terhadap masa depan dunia pers di Serambi Madinah.
Di hadapan para panitia, Idah Syahidah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendorong perkembangan jurnalisme lokal. Ia menyatakan dukungan penuhnya terhadap perhelatan akbar Temu Jurnalis yang dijadwalkan bakal mengudara pada bulan Juni mendatang. Bagi Idah, agenda ini adalah momentum krusial yang sudah semestinya menjadi batu loncatan untuk mengasah kapasitas dan kualitas para pewarta di Gorontalo.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertemuan biasa, tetapi harus bisa menjadi momen yang menarik dan bermakna bagi semua peserta," tutur Idah, menekankan harapannya agar acara tersebut mampu meninggalkan kesan mendalam. Ia ingin Temu Jurnalis menjadi sebuah ruang hidup, tempat di mana para jurnalis bisa saling merajut silaturahmi, bertukar cerita, dan membagikan pengalaman berharga mereka selama di lapangan.
Namun, ada satu ide menarik yang lahir dari pemikiran sang Wakil Gubernur dalam pertemuan tersebut. Agar perhelatan ini tidak terjebak dalam seremoni yang kaku, Idah menyarankan sebuah konsep yang menyentuh sisi emosional peserta. Ia mengusulkan agar panitia menggelar malam api unggun sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan.
Untuk mewujudkannya, Idah menyarankan panitia menggandeng Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Gorontalo. Di balik jilatan api yang menghangatkan malam nanti, Idah berharap ada sesi renungan suci yang khidmat. Lewat malam renungan itu, para kuli tinta diajak untuk sejenak menepi dari hiruk-pikuk ruang redaksi, merefleksikan kembali marwah profesi, dan meneguhkan komitmen mereka sebagai penyampai kebenaran di tengah masyarakat.
Sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah berdiri mengawal inisiatif ini, Idah Syahidah juga merencanakan diri untuk hadir langsung menutup agenda Temu Jurnalis. Menutup perbincangan sore itu, ia menyelipkan sebuah pesan penuh optimisme—mengajak insan pers, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan, berkolaborasi demi menyukseskan perhelatan di bulan Juni nanti. (*)