GORONTALO - Pemerintah kota resmi melakukan Pergantian nama tiga ruas jalan di Kota Gorontalo Rabu (20/5/2026). Momen bersejarah ini menjadi ajang bagi Mantan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, untuk meluruskan sejarah sekaligus menegaskan identitas dari tokoh besar yang namanya diabadikan, yakni Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.
Dalam pemaparannya, Rusli menyinggung polemik yang kerap terjadi di sejumlah daerah yang sama-sama mengklaim Habibie sebagai putra daerahnya. Ia menegaskan, meskipun B.J. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, akar keturunan dan pengakuan pribadi sang teknokrat dunia itu sendiri semasa hidupnya menegaskan bahwa ia adalah putra asli Gorontalo.
"Saya mengulas sebentar sejarah keluarga ini, karena ini sering diperebutkan oleh orang Parepare, Bugis, dan Gorontalo. Tapi selama hidup, Habibie itu selalu mengatakan, saya bukan orang Parepare, saya orang Gorontalo, orang Kabila, bukan orang-orang Parepare," ujar Rusli di hadapan hadirin yang menyambutnya dengan tepuk tangan riuh.
Menelusuri silsilah keluarga, Rusli menjelaskan bahwa leluhur Habibie bermigrasi dari Bone dan menetap di Kampung Bugis, Gorontalo, lalu menikahi putri daerah bernama Mo'awiah. Dari garis keturunan itu lahir Abdul Jalil, kakek dari B.J. Habibie. Abdul Jalil kemudian mengenyam pendidikan pertanian dan bertugas di Parepare, di mana ia menikah dengan wanita asal Yogyakarta, Tuti Marini Puspowardojo. Dari pernikahan itulah lahir Bacharuddin Jusuf Habibie, anak keempat yang kelak mengukir nama besar di kancah dunia.
"Jadi beliau itu betul-betul orang Gorontalo," tegas Rusli.
Ia juga menyampaikan pesan khusus yang dititipkan langsung oleh putra mendiang B.J. Habibie, Ilham Habibie. Pesan itu meminta agar identitas sang ayah sebagai putra Gorontalo senantiasa dipertegas kepada masyarakat. Rusli pun mengenang jejak kebesaran Habibie yang pernah menstabilkan nilai tukar rupiah, dari posisi Rp15.000 per dolar AS turun drastis menjadi Rp3.000 per dolar AS pada masanya.
"Kemarin disampaikan oleh Pak Ilham, tolong Mas Rusli sampaikan ke warga Gorontalo, bapak itu putra Gorontalo asli. Jadi kita berbangga punya putra Gorontalo Presiden ketiga yang bisa menurunkan dolar ketika itu," ungkap Rusli. (*)