Go-Pena Baner

Sunday, 26 July, 2026

Musyawarah VI : Seperempat Abad Presnas Center Mengawal Cita-Cita Gorontalo

Responsive image
Foto bersama The Presnas Center. (Foto : Fikri/Go-Pena)

Gorontalo, Gopena.id — Genap berusia 25 tahun, organisasi wadah berkumpulnya para pejuang pembentukan Provinsi Gorontalo, The Presnas Center, mulai bersiap melakukan lompatan baru. Lewat perhelatan Musyawarah VI yang digelar di Roemah Djoeang, Bele Tehilo, Kabupaten Gorontalo pada Ahad (26/7/2026), regenerasi kepemimpinan dan penyesuaian strategi pembangunan daerah resmi menjadi fokus utama.

Forum lima tahunan tersebut diselenggarkan secara bersahaja di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah yang kian mengetat. Meski demikian, keterbatasan fiskal tak menyurutkan semangat kebersamaan para tokoh yang hadir untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Forum ini mengusung tema Kembali Kepada Khitah Perjuangan Untuk Kesejahteraan Rakyat Gorontalo.

Ketua Dewan Pembina Presnas Center, Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.P., menegaskan bahwa penyegaran struktur kepengurusan kini bersifat mendesak. Seiring berjalannya waktu dan berkurangnya anggota senior, estafet perjuangan harus segera diserahkan kepada generasi penerus agar cita-cita awal pembentukan provinsi tidak meredup.

"Roh dan cita-cita perjuangan ini harus kekal. Karena itu, regenerasi menjadi hal yang sangat penting agar komitmen mengawal daerah ini terus dilanjutkan oleh anak-anak muda," ujar mantan Bupati Gorontalo dua periode tersebut.

Prof. Nelson juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas wadah ini dari gesekan politik praktis. Menurutnya, keragaman latar belakang partai politik di internal Presnas Center justru harus menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan, bukan memecah belah.

Senada dengan hal itu, Ketua Presnas Center, Azan Piola, menyampaikan bahwa keberadaan organisasi ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan instrumen aktif yang memiliki beban moral untuk terus mengawal kebijakan pembangunan di Gorontalo.

Menghadapi tantangan ekonomi nasional dan efisiensi anggaran pemerintah daerah saat ini, Azan mendorong kepengurusan periode berikutnya untuk lebih kreatif dan adaptif.

"Keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat pengabdian. Musyawarah ini kami gelar dengan semangat gotong royong untuk membuktikan bahwa komitmen terhadap kemajuan Gorontalo akan terus menyala," tegas Azan.

Lewat Musyawarah VI ini, Presnas Center menetapkan tiga langkah mendesak: menuntaskan evaluasi kinerja periode sebelumnya, membentuk kepengurusan baru yang solid, serta menyusun program kerja strategis yang berdampak langsung pada kemaslahatan masyarakat Gorontalo.


Share