Go-Pena Baner

Saturday, 25 July, 2026

Dikbud Kab. Gorontalo Dorong Pemerataan Akses Belajar Melalui Layanan Pendidikan Nonformal

Responsive image
Wakil Bupati Gorontalo Tony S. Junus menghadiri kegiatan yang dilaksanakan Dikbud Kabupaten Gorontalo.

Limboto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan nonformal. Komitmen tersebut diwujudkan dengan peluncuran Program Pendidikan Keaksaraan Dasar dan Lanjutan serta Program Pemberdayaan Remaja dan Perempuan (Desa Binaan SKB dan PKH-P) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dikbud Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7/2026).

 

Program tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat harus terus menjadi perhatian bersama.

 

Menurut Tonny, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak hanya menjadi keterampilan dasar, tetapi juga merupakan bekal penting untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses terhadap informasi, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

 

"Dengan pendidikan keaksaraan, kita tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memperoleh bekal untuk menjalani kehidupan dengan lebih cerdas dan mandiri." ucapnya

 

Ia berharap program keaksaraan dan pemberdayaan tersebut mampu menciptakan masyarakat Kabupaten Gorontalo yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Harapan itu sejalan dengan tema kegiatan, yakni "Tingkatkan Literasi, Numerasi, dan Keterampilan serta Pemberdayaan Remaja Perempuan untuk Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Gorontalo yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Berdaya Saing, dan Sejahtera."

 

Tonny juga mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat belajar tanpa memandang usia. Menurutnya, proses belajar merupakan investasi terbaik untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

 

"Tidak perlu malu untuk belajar. Usia tidak menjadi penghalang. Siapa yang terus belajar dia yang akan memiliki kesempatan lebih besar untuk masa depan lebih baik," tegas wabup

 

Selanjutnya pada kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, mengatakan pengembangan pendidikan nonformal terus menjadi prioritas pemerintah daerah. Saat ini terdapat 26 lembaga kursus dan pelatihan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

 

Meski demikian, masih terdapat satu kecamatan yang belum memiliki lembaga pendidikan nonformal, yakni Kecamatan Asparaga. Karena itu, Dikbud menargetkan pada tahun ini layanan pendidikan nonformal dapat diperluas hingga ke wilayah tersebut agar seluruh kecamatan memiliki akses pendidikan yang setara.

 

Selain memperluas layanan, Abdul Waris menyebut capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan Kabupaten Gorontalo juga terus menunjukkan tren positif. Bahkan, capaian tersebut telah melampaui Kota Gorontalo, meskipun masih berada di bawah Kabupaten Bone Bolango.

 

Menurutnya, Dikbud Kabupaten Gorontalo menargetkan mampu meraih status SPM Pendidikan Tuntas Utama pada tahun 2028 melalui penguatan layanan pendidikan formal maupun nonformal.

 

"Kita terus berupaya melakukan Pembenahan benahi dengan terus memperluas layanan pendidikan formal dan nonformal, sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo mendapatkan kesempatan belajar yang adil," tutup Abdul Waris. (Fikri)


Share