GORONTALO – Guru Besar Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd.I., mengembangkan model supervisi kolaboratif berbasis kemitraan sebagai upaya meningkatkan mutu pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal di Kabupaten Pohuwato.
Model tersebut dipaparkan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Aula TK Negeri Pembina Kabupaten Pohuwato, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset pengembangan (Research and Development/R&D) yang melibatkan sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam pemaparannya, Prof. Novianty menjelaskan bahwa supervisi terhadap PAUD nonformal selama ini masih didominasi pendekatan konvensional yang bersifat top-down dan cenderung berorientasi pada penilaian. Padahal, pengelola PAUD membutuhkan pendampingan yang lebih dialogis melalui kemitraan antara pengawas, pengelola, guru, dan orang tua.
"Supervisi bukan sekadar inspeksi administratif, tetapi harus menjadi ruang kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas lembaga pendidikan," demikian salah satu gagasan utama yang diusung dalam model tersebut.
Menurutnya, model supervisi kolaboratif berbasis kemitraan bertujuan memperbaiki tata kelola administrasi dan proses pembelajaran PAUD, membangun hubungan kerja yang harmonis antara pengawas dan pengelola, menyusun standar operasional supervisi yang adaptif, serta meningkatkan kompetensi profesional kepala sekolah dan guru.
Selain memberikan manfaat bagi pengelola PAUD, model ini juga diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pengawasan yang lebih efektif dan humanis, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini bagi masyarakat.
Dalam FGD tersebut, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemaparan tahapan penelitian pengembangan (R&D), mulai dari studi pendahuluan atau analisis kebutuhan di lapangan, perencanaan model, pengembangan produk berupa panduan dan instrumen supervisi, validasi serta uji coba, hingga tahap diseminasi hasil penelitian.
Selanjutnya, peserta mendiskusikan kondisi riil pengelolaan PAUD nonformal di Kabupaten Pohuwato, meliputi persoalan legalitas lembaga, pola supervisi yang masih konvensional, keterbatasan pendanaan, hingga minimnya jejaring kemitraan. Di sisi lain, FGD juga mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki PAUD nonformal, seperti dukungan masyarakat, fleksibilitas pembelajaran, semangat pengabdian para pendidik, serta keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan desain model supervisi kolaboratif yang menekankan prinsip kemitraan, keterbukaan, dialog, pemecahan masalah bersama, dan pelibatan keluarga dalam peningkatan mutu lembaga.
Peserta juga memperoleh pemaparan mengenai langkah implementasi model di lapangan, yang meliputi sosialisasi dan pembangunan komitmen seluruh pemangku kepentingan, penyusunan perencanaan partisipatif, pelaksanaan pendampingan melalui kunjungan kelas dan diskusi, hingga evaluasi serta penyusunan tindak lanjut perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Dalam sesi akhir, Prof. Novianty memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa model supervisi kolaboratif dinilai sangat valid oleh para ahli, mampu meningkatkan kualitas administrasi lembaga, mengurangi kecemasan pengelola saat proses supervisi, serta mendorong perubahan paradigma dari supervisi yang bersifat menghakimi menjadi supervisi yang mendampingi.
Sebagai tindak lanjut, ia merekomendasikan agar model supervisi kolaboratif ini diintegrasikan ke dalam regulasi resmi Dinas Pendidikan, didukung dengan pelatihan berkala bagi penilik, pengembangan sistem digital, serta penguatan anggaran agar implementasinya dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)