Go-Pena Baner

Saturday, 31 October, 2026

Lima Ribu Warga Keluar dari Kemiskinan, Angka Kemiskinan Kabupaten Gorontalo Turun

Responsive image
Kantor Bupati Gorontalo.

GORONTALO – Sebanyak 5.000 penduduk Kabupaten Gorontalo tercatat keluar dari kategori penduduk miskin sepanjang 2025–2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan di daerah tersebut turun dari 14,89 persen pada 2025 menjadi 13,56 persen pada 2026.

Penurunan sebesar 1,33 poin persentase itu membuat jumlah penduduk miskin yang sebelumnya mencapai 56,13 ribu orang kini tersisa 51,13 ribu orang.

Angka tersebut menjadi salah satu gambaran perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Gorontalo. Namun, di balik penurunan statistik itu, pekerjaan pemerintah daerah untuk memperluas kesejahteraan masyarakat masih menjadi tantangan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, penurunan kemiskinan menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan daerah.

Persoalannya bukan sekadar menekan persentase kemiskinan, melainkan memastikan semakin banyak keluarga memiliki pendapatan yang cukup, kesempatan kerja, serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.

Alih-alih hanya mengandalkan bantuan sosial, penanganan kemiskinan juga membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pendidikan dan kesehatan.

Jika ditarik dalam rentang waktu lebih panjang, penurunan angka kemiskinan Kabupaten Gorontalo menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Pada 2018, persentase penduduk miskin masih berada di angka 19,84 persen. Sementara pada 2026, angka tersebut turun menjadi 13,56 persen atau berkurang 6,28 poin persentase.

Meski demikian, capaian tersebut belum menempatkan Kabupaten Gorontalo di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi Gorontalo.

Data BPS mencatat persentase kemiskinan Provinsi Gorontalo pada 2026 sebesar 12,16 persen. Artinya, angka kemiskinan Kabupaten Gorontalo masih terpaut 1,40 poin persentase di atas rata-rata provinsi.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Gorontalo Utara tercatat memiliki persentase kemiskinan tertinggi sebesar 15,41 persen. Sementara Kota Gorontalo berada pada posisi terendah dengan 4,69 persen.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa penurunan kemiskinan di Kabupaten Gorontalo masih membutuhkan kerja yang lebih konsisten. Terlebih, masih terdapat 51,13 ribu penduduk yang masuk dalam kategori miskin berdasarkan pendataan 2026.

Karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan. Ketepatan penerima bantuan sosial, pengembangan usaha produktif, peningkatan kesempatan kerja, hingga pemerataan layanan dasar menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat.

Penurunan 5.000 penduduk miskin tentu menjadi catatan penting dalam pembangunan daerah. Namun, ukuran keberhasilan berikutnya adalah seberapa jauh perubahan tersebut mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi kerentanan masyarakat agar tidak kembali terjerat kemiskinan.

Data tersebut bersumber dari Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Gorontalo dan BPS Provinsi Gorontalo berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret. (*) 


Share