Gorontalo, (Go-Pena.id) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Perumda Tirta Limutu memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan dan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan menyusul penyusutan debit air baku yang berdampak pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bulota.
Alih-alih hanya mengandalkan kondisi alam, pemerintah daerah bersama Perumda Tirta Limutu mulai menaruh perhatian pada strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas pengolahan air agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, melalui peninjauan langsung fasilitas pengolahan air Bulota bersama Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Said, Selasa (27/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Sofyan menegaskan pentingnya kerja sama pemerintah daerah dan perusahaan daerah dalam mengantisipasi berbagai tantangan penyediaan air bersih, terutama ketika terjadi penurunan ketersediaan air baku.
"Ke depan kita harus memikirkan kapasitas pengolahan ini agar bisa melayani sebagian masyarakat Kabupaten Gorontalo dalam pemenuhan air bersih," ujar Sofyan.
Menurutnya, ketersediaan air baku saat ini memang mengalami penurunan. Namun, turunnya hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo diharapkan dapat membantu memulihkan pasokan air baku yang dibutuhkan Perumda Tirta Limutu.
"Sekarang memang air bakunya kurang, tetapi Alhamdulillah sebagian wilayah Kabupaten Gorontalo sudah turun hujan, sehingga akan mendapatkan kembali air baku yang cukup yang diharapkan oleh PDAM Tirta Limutu," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Said, mengungkapkan bahwa kondisi debit air di fasilitas pengolahan Bulota saat ini mengalami penyusutan cukup signifikan.
Dari kapasitas produksi maksimal sebesar 60 liter per detik, ketersediaan debit air saat ini hanya berkisar 15 hingga 16 liter per detik.
"Kami sudah meninjau langsung bersama Bupati, yang mana debit air saat ini sudah berkurang menjadi 15 sampai 16 liter per detik. Kami berharap IPAL Bulota ini akan kembali normal untuk bisa memproduksi sesuai kapasitas maksimalnya, yakni 60 liter per detik," ungkap Tomy.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah, khususnya Bupati Sofyan Puhi, yang turun langsung melihat kondisi fasilitas pengolahan air tersebut.
Peninjauan bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan dan Perumda Tirta Limutu sebagai penyelenggara pelayanan air bersih.
Kolaborasi keduanya diharapkan mampu mendorong pemulihan kapasitas produksi sekaligus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan air baku pada masa mendatang.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Asisten Pemerintahan Doni Lahati, Staf Ahli Rahmat Pomalingo, serta Camat Limboto Rizal Botutihe.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan Perumda Tirta Limutu, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan tetap menjadi prioritas pelayanan publik di Kabupaten Gorontalo. (Fikri)