Te Karim Makidu selama hidup dikenal sebagai salah satu sosok kontroversial di tengah masyarakat. Namanya kerap menjadi perbincangan karena berbagai persoalan dan tindakan yang menuai pro dan kontra. Meski demikian, banyak pihak menilai bahwa almarhum tetaplah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan.
Dalam unggahan tersebut juga disampaikan pesan duka serta permohonan maaf atas segala perbuatan almarhum semasa hidup.
“Terlepas dari segala bentuk kejahatannya, Te Karim Makidu adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan salah. Mohon dimaafkan segala bentuk kesalahannya dan khilafnya,” tulis Abdul Kadir Pakaya.
Seiring kabar berpulangnya almarhum, sejumlah doa turut dipanjatkan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya serta menerima amal ibadahnya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah segala khilafnya,” demikian doa yang disertakan dalam unggahan tersebut.
Kepergian Te Karim Makidu menjadi penutup perjalanan hidup sosok yang penuh dinamika, meninggalkan jejak dan cerita yang akan terus dikenang oleh masyarakat, baik sebagai pelajaran maupun pengingat tentang sisi kompleks kehidupan manusia. (adm)