Gorontalo – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja perdana di Provinsi Gorontalo, Selasa (31/3/2026).
Kedatangan Menteri Pigai disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur dengan suasana hangat dan penuh keakraban.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pigai melontarkan pujian tinggi terhadap eksistensi Gorontalo. Ia menyebut Gorontalo bukan sekadar provinsi pemekaran, melainkan memiliki entitas kuat yang merepresentasikan wajah masa depan Indonesia.
"Gorontalo adalah provinsi masa depan Indonesia. Menurut saya, ini satu-satunya provinsi di Sulawesi yang tidak menyematkan nama Sulawesi di belakangnya,"ujar Natalius Pigai yang saat itu didampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Lebih lanjut, Pigai memberikan filosofi menarik mengenai penamaan tersebut. Ia menilai, dengan tidak adanya embel-embel arah mata angin (Barat, Utara, Selatan, Tenggara, atau Tengah), Gorontalo secara simbolis memegang posisi sebagai provinsi utama di jazirah tersebut.
"Kalau tidak disebut Sulawesi Barat atau Utara, maka sesungguhnya Gorontalo adalah Provinsi Sulawesi,"tukasnya.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar silaturahmi formal. Menteri HAM dijadwalkan akan memimpin agenda besar bertajuk Penguatan Kapasitas HAM yang akan digelar pada Rabu, 1 April 2026, bertempat di Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh sedikitnya 5.000 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan siswa SMA sederajat di Provinsi Gorontalo.
Agenda ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia sejak dini dan memperkuat kesadaran hukum masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM. Ia berharap kunjungan ini menjadi pemantik semangat bagi warga Gorontalo untuk terus menjaga harmoni dan hak-hak dasar manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. (Tim Humas Wilker Gorontalo)