PEMPROV - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan pentingnya kesamaan pemahaman tentang Hak Asasi Manusia (HAM) antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM yang digelar di Universitas Negeri Gorontalo, Senin (1/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri HAM RI, Natalius Pigai sebagai pembicara utama, serta diikuti oleh mahasiswa dan pelajar SMA dari berbagai wilayah di Gorontalo.
Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menyampaikan bahwa isu HAM merupakan persoalan yang kerap menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Menteri HAM dinilai menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman yang utuh dan langsung dari pemegang kebijakan nasional.
“Persoalan HAM ini seringkali masuk dalam wilayah yang diperdebatkan. Maka kesempatan ini sangat baik, karena kita bisa mendengar langsung dari Bapak Menteri sebagai pengambil kebijakan,” ujar Gusnar.
Ia menekankan, terdapat tiga hal penting yang harus menjadi acuan bersama dalam memahami HAM. Pertama, adanya perbedaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat dalam praktik di lapangan. Kedua, pengaruh fenomena demokratisasi yang membuat semua orang bebas berbicara dan menyampaikan pendapat. Ketiga, pentingnya penegakan hukum sebagai bagian dari perlindungan HAM.
Menurut Gusnar, di era keterbukaan saat ini, tantangan implementasi HAM semakin kompleks. Ia mencontohkan sejumlah kasus yang kerap ditemui di lapangan, seperti penyalahgunaan data pribadi dalam pinjaman online (pinjol), serta kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih mendominasi pelanggaran hukum di Gorontalo.
“Pinjaman online misalnya, ketika tidak mampu dikembalikan, data pribadi bisa tersebar. Ini tentu menjadi persoalan HAM. Begitu juga dengan KDRT yang masih tinggi dan perlu perhatian serius,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gusnar menegaskan bahwa penegakan hukum menjadi ranah pemerintah yang harus dijalankan secara adil dan konsisten. Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat terbangun persepsi yang sama antara pemerintah dan masyarakat, sehingga tidak terjadi perdebatan berkepanjangan terhadap persoalan yang telah masuk dalam ranah hukum.
Di akhir sambutannya, Gusnar juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM di Gorontalo, serta berharap kunjungan tersebut dapat membawa kesan positif dan memperkuat komitmen bersama dalam perlindungan HAM di daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman serta kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya penghormatan dan perlindungan HAM di Indonesia. (Wan)