Go-Pena Baner

Wednesday, 01 April, 2026

Mely Pakaya Resmi Raih Gelar Doktor di UNG, Fokus pada Mutu Pelayanan Puskesmas

Responsive image
Ujian Promosi Doktor Administrasi Publik, Pascasarjana UNG oleh Mely Pakaya. Rabu (1/4/2026). (Foto : Dok S3 Adm Publik)

GORONTALO - Suasana hangat namun penuh keseriusan terasa di ruang sidang Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, saat Mely Pakaya menjalani ujian promosi doktor. Dengan penuh percaya diri, ia memaparkan hasil penelitiannya di hadapan para penguji, sambil sesekali menjawab pertanyaan yang mengalir dalam diskusi ilmiah yang dinamis.
Sejak awal sidang, atmosfer akademik terasa begitu kuat. Para penguji secara bergantian mengajukan pertanyaan kritis, menguji kedalaman analisis, ketajaman argumentasi, serta kontribusi ilmiah dari penelitian yang diangkat. Mely tampak tenang, sesekali membuka catatan, namun lebih sering menjawab dengan lugas dan terstruktur, menunjukkan penguasaan penuh terhadap substansi penelitiannya.

Sidang promosi ini dipimpin oleh Ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP., Adapun jajaran dewan penguji yang turut menguji disertasi ini terdiri dari:

Dr. Yanti Aneta, S.Pd., M.Si (Koordinator Program Doktor Administrasi Publik)
Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si (Promotor)
Dr. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M.Si (Co-Promotor I)
Dr. Yanti Aneta, S.Pd., M.Si (Co-Promotor II)
Prof. Dr. Ismet Sulila, SE., M.Si (Penguji Internal I)
Dr. Tineke Wolok, S.T., M.M (Penguji Internal II)
Prof. Dr. Agus Sukristyanto, M.S. (Penguji Eksternal dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan tidak hanya menyoroti aspek metodologi, tetapi juga relevansi hasil penelitian terhadap kondisi riil pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo. Mely berhasil menjelaskan bahwa penerapan Total Quality Management (TQM) di Puskesmas masih menghadapi berbagai inkonsistensi, terutama pada aspek komitmen manajemen, keterlibatan stakeholder, hingga pengukuran kinerja.

Ketegangan sempat terasa ketika penguji eksternal mendalami aspek kebaruan (novelty) penelitian. Namun, Mely mampu meyakinkan forum bahwa konsep Budaya Mutu Institusi yang ditawarkannya menjadi kontribusi penting dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan berbasis nilai lokal dan inovasi kelembagaan.

Menjelang akhir sidang, suasana berubah menjadi lebih hangat. Ketua dewan penguji memberikan apresiasi atas ketekunan dan kedalaman penelitian yang telah dilakukan. Setelah melalui proses musyawarah tertutup, Mely Pakaya akhirnya dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor.

Momen tersebut disambut haru oleh keluarga, kolega, dan para akademisi yang hadir. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya di Kabupaten Gorontalo. (Wan)


Share