GORONTALO – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. menegaskan pentingnya penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM yang menghadirkan langsung Menteri HAM Natalius Pigai, di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (1/3/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai HAM.
Menurutnya, tugas Kementerian HAM merupakan salah satu yang paling kompleks di Indonesia, mengingat kondisi bangsa yang sangat beragam dengan ratusan suku dan bahasa.
“Memberikan pemahaman yang sama terkait HAM di negara yang sangat majemuk bukanlah hal yang mudah. Ada kebiasaan di suatu daerah yang bisa dianggap pelanggaran HAM di wilayah lain, namun di tempat tersebut justru dianggap sebagai bagian dari budaya atau bahkan candaan,” ujar Prof. Eduart.
Ia menilai, kegiatan sosialisasi ini menjadi sangat penting, terutama bagi mahasiswa dan siswa, agar memiliki pemahaman yang utuh dalam memaknai HAM di kehidupan sehari-hari.
Rektor juga menyampaikan kebanggaan Universitas Negeri Gorontalo yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia memaparkan, jumlah mahasiswa aktif UNG saat ini mencapai lebih dari 21 ribu pada semester genap, dan dapat meningkat hingga 26–27 ribu mahasiswa pada tahun ajaran baru.
Selain itu, UNG juga memiliki mahasiswa internasional, khususnya dari Timor Leste, yang telah menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan. Hal ini menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam penguatan kerja sama pendidikan di kawasan.
Saat ini, UNG memiliki lebih dari 1.000 dosen, dengan 72 guru besar, serta ribuan mahasiswa penerima beasiswa, termasuk dari Papua. Kampus juga berkontribusi dalam pemenuhan tenaga medis melalui program pendidikan kedokteran.
Di akhir sambutannya, Prof. Eduart mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan berdialog langsung bersama Menteri HAM.
“Kesempatan ini sangat berharga. Jangan hanya belajar dari media sosial, tetapi manfaatkan kehadiran narasumber yang kompeten untuk berdiskusi langsung tentang HAM,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai HAM secara tepat di tengah kehidupan bermasyarakat. (Wan)