Go-Pena Baner

Saturday, 12 September, 2026

Jejak Perjalanan Karawo Dipamerkan di HARFEST 2026

Responsive image
Pameran jejak karawo di HARFEST.

GORONTALO – Perjalanan panjang sulaman Karawo sebagai salah satu identitas budaya dan ekonomi kreatif Gorontalo turut dipamerkan dalam kegiatan Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026.

Pameran foto sejarah Karawo tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung HARFEST 2026. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, pada hari pertama pelaksanaan festival, melihat langsung pameran tersebut untuk memastikan keberadaannya dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung.
HARFEST 2026 menjadi ruang untuk menampilkan perjalanan Karawo dari masa ke masa, sekaligus memperlihatkan konsistensi kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, para perajin, dan berbagai pihak dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya khas Gorontalo tersebut.

Festival Karawo sendiri pertama kali digelar pada 17–18 Desember 2011. Kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan perbankan menjadi awal perjalanan Karawo sebagai sebuah kegiatan tahunan yang bertujuan memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan sulaman khas Gorontalo.

Memasuki tahun 2012, pengembangan Karawo semakin diperkuat melalui berbagai pelatihan bagi para perajin, mulai dari keterampilan menjahit hingga padu padan warna. Upaya promosi juga mulai berkembang melalui pemanfaatan media digital, disertai pemetaan potensi pasar dan program regenerasi penyulam Karawo.

Pada tahun 2013, perhatian terhadap Karawo tidak lagi hanya berfokus pada keterampilan produksi. Pengembangan usaha, pengemasan, pemasaran, dan promosi mulai menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pasar Karawo. Pada periode ini, Festival Karawo juga berhasil mencatatkan Rekor MURI melalui keterlibatan ribuan pengguna kain Karawo.
Karawo semakin dikenal luas pada 2014 melalui berbagai kegiatan seperti fashion show dan Karnaval Karawo. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dalam sejumlah kegiatan turut memberikan perhatian terhadap keunikan proses serta hasil karya para perajin Karawo.
Sementara pada 2015, Karawo tampil semakin modern dan dekat dengan dunia fesyen. Parade busana yang memadukan sulaman Karawo dengan kreativitas generasi muda dan seni pertunjukan menjadi salah satu upaya untuk memperluas daya tarik Karawo di kalangan masyarakat.

Perjalanan Karawo terus berkembang pada 2016 melalui Gorontalo Karnaval Karawo yang mengangkat kekayaan alam daerah sebagai sumber inspirasi. Pada tahun tersebut, sebanyak 1.000 penyulam Karawo kembali mencatatkan Rekor MURI dalam kegiatan yang menunjukkan besarnya peran para perempuan perajin dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut.

Kini, perjalanan panjang itu kembali dihadirkan kepada masyarakat melalui pameran sejarah Karawo dalam HARFEST 2026. Tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan sebuah kain tradisional, pameran tersebut juga menggambarkan bagaimana Karawo terus berkembang dari keterampilan tradisional menjadi bagian penting dari industri kreatif dan identitas Gorontalo.

Melalui kolaborasi yang terus terjalin hingga tahun 2026, HARFEST menjadi kelanjutan semangat untuk menjaga, memperkenalkan, dan mengembangkan Karawo agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.

HARFEST 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 13 September 2026, dan diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni, budaya, serta kerajinan khas Gorontalo, termasuk perjalanan panjang sulaman Karawo dari masa ke masa. (Fikri) 


Share