Gorontalo (Go-pena) – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Gorontalo mendapat peluang memperluas pasar melalui Hulonthalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo menargetkan transaksi UMKM selama pelaksanaan Harfest 2026 mencapai Rp4,2 miliar.
Target tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendorong peningkatan penjualan, tetapi juga membuka akses UMKM Gorontalo kepada pasar yang lebih luas, termasuk calon pembeli dari luar daerah hingga mancanegara.
Salah satu strategi yang disiapkan BI Gorontalo yakni melalui business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli atau potential buyer.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan skema tersebut diharapkan mampu mempertemukan UMKM dengan pembeli dalam jumlah besar, tidak hanya dari Gorontalo tetapi juga dari luar daerah dan luar negeri.
“Selain kami nanti mempertemukan UMKM dengan konsumen retail, kami juga akan mempertemukan UMKM dengan potential buyer besar dari luar Gorontalo dan juga dari pembeli luar negeri,” ujar Bambang saat kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media) di Kota Gorontalo, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, peluang tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong produk UMKM lokal naik kelas. Harapannya, produk yang selama ini hanya beredar di pasar lokal dapat menembus pasar nasional bahkan berpeluang masuk ke pasar ekspor.
BI Gorontalo, kata Bambang, bahkan menargetkan adanya pelaku UMKM Gorontalo yang mampu mendapatkan akses pasar ekspor melalui rangkaian kegiatan Harfest 2026.
Tak hanya memperluas pasar, BI juga menyiapkan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dalam Harfest 2026, business matching juga akan mempertemukan UMKM dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
“Selain business matching dengan buyer, pada Harfest tahun 2026 kami juga akan melakukan business matching antara UMKM dengan lembaga keuangan agar UMKM dapat meningkatkan akses pembiayaan pada perbankan maupun lembaga keuangan lainnya,” jelas Bambang.
Akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, sekaligus memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.
Harfest 2026 akan berlangsung pada 11-13 September 2026 di Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC) dan dirangkaikan dengan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) ke-13.
Selain business matching, kegiatan tersebut menghadirkan seminar, talk show, fashion show, berbagai perlombaan, festival kuliner, pertunjukan musik, serta kegiatan ekonomi kreatif.
Rangkaian kegiatan itu menjadi ruang promosi sekaligus peluang transaksi bagi pelaku UMKM Gorontalo. Dengan target transaksi Rp4,2 miliar, BI berharap Harfest tidak berhenti sebagai festival, tetapi mampu menjadi pintu masuk bagi UMKM lokal untuk mendapatkan pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis yang lebih luas.
Pada akhirnya, Harfest 2026 diharapkan dapat mendorong UMKM Gorontalo semakin kompetitif dan mampu membawa produk lokal menembus pasar nasional hingga internasional. (Fikri)