Gopena – Kebiasaan makan sambil menatap layar ponsel ternyata bukan sekadar membuat seseorang kehilangan fokus terhadap makanan. Aktivitas tersebut berpotensi membuat jumlah makanan yang dikonsumsi meningkat tanpa disadari.
Hal ini sebagaimana dilansir dari detik.com dalam artikel yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026, yang mengulas hasil sejumlah penelitian mengenai kebiasaan menggunakan smartphone saat makan.
Salah satunya studi berjudul “Smartphone use while eating increases caloric ingestion” yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2019.
Dalam penelitian tersebut, penggunaan smartphone saat makan dikaitkan dengan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi.
Ketika perhatian seseorang terpecah ke layar ponsel, otak menjadi kurang fokus terhadap proses makan. Kondisi itu dapat membuat seseorang kurang menyadari rasa lapar maupun kenyang sehingga berpotensi mengonsumsi makanan lebih banyak.
Peneliti menjelaskan, penggunaan smartphone saat makan dapat meningkatkan asupan kalori karena perhatian individu teralihkan dari proses makan.
Distraksi tersebut juga membuat seseorang kurang memperhatikan jumlah makanan yang telah dikonsumsi. Proses makan akhirnya dapat berlangsung secara otomatis tanpa sepenuhnya menyadari pengalaman makan yang sedang dilakukan.
Fenomena ini dikenal sebagai distracted eating, yakni kondisi ketika seseorang makan dengan perhatian yang terbagi oleh aktivitas lain, termasuk menonton video atau scrolling media sosial melalui ponsel.
Saat perhatian lebih banyak tertuju pada layar, seseorang dapat kehilangan kepekaan terhadap rasa makanan, jumlah makanan yang telah dikonsumsi, hingga sinyal kenyang dari tubuh.
Akibatnya, keinginan untuk kembali ngemil bisa muncul meskipun seseorang baru saja menyelesaikan makan.
Penelitian lain berjudul “A smartphone based attentive eating intervention for energy intake and weight loss” yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity membahas konsep attentive eating atau makan dengan penuh perhatian.
Konsep tersebut menekankan pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi sekaligus mengingat pengalaman selama makan.
Perhatian terhadap makanan dinilai membantu seseorang mengenali rasa kenyang dan memahami seberapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi.
Sebaliknya, ketika perhatian terus dialihkan kepada ponsel, proses tersebut dapat terganggu.
Kebiasaan makan sambil scrolling pada akhirnya bukan hanya persoalan penggunaan ponsel. Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan dan pola makan sehari-hari.
Karena itu, kebiasaan mindful eating atau makan dengan sadar dapat menjadi salah satu langkah sederhana. Misalnya, dengan meletakkan ponsel sementara waktu dan mengembalikan perhatian pada makanan yang sedang dikonsumsi.
Dengan begitu, waktu makan tidak lagi sekadar menjadi aktivitas sambil menatap layar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk lebih menyadari rasa, jumlah makanan, dan sinyal kenyang dari tubuh.