Go-Pena Baner

Saturday, 25 April, 2026

Dana-dana dan Harapan Kesejahteraan Rakyat

Responsive image
Bupati Gorontalo Utara Thoriq Modanggu dan Wakil Bupati Nur jannah Jusuf mengikuti tarian Dana-dana Kolosal. (Foto : Istimewa)

Oleh : Sophian M. Rahmola

Tarian dana-dana kolosal seribuan orang di halaman kantor bupati kemarin, bukan sekadar ekspresi seni tradisional masyarakat Gorontalo Utara. Sangat menggambarkan simbol kebersamaan, kegembiraan kolektif, serta cermin harmoni sosial masyarakat pesisir yang sejak dahulu menjunjung nilai gotong royong, persaudaraan, dan solidaritas sosial. Dalam setiap gerakan tangan dan langkah kaki yang serempak, tersirat pesan tentang kebersaman masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Kanda Toriq, memikirkan dan memulai dengan ini, sebuah kemajuan. Dorang bilang, Gorut so menguning.. (begitu status di medsos).
Dalam perspektif pembangunan daerah, dana-dana sesungguhnya memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan budaya. Ia dapat menjadi metafora tentang bagaimana pemerintah daerah bekerja: selaras, terkoordinasi, dan bergerak bersama menuju tujuan kesejahteraan rakyat. Kehadiran dana-dana di panggung seremoni menunjukkan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal. Pemerintah ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik dan administrasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi jati diri masyarakat.
Namun sesungguhnya, filosofi dana-dana mengandung pesan yang lebih mendalam. Tarian ini menampilkan gerakan yang selaras dan kompak. Tidak ada penari yang berjalan sendiri. Semua bergerak dalam satu irama. Bupati Thoriq dan Wabup Manur, melebur memimpin tarian dana-dana itu tersirat bahwa, semua harus seirama, tidak boleh ada aparatur bikin gerakan tambahan atau pencak silat sendiri-sendiri. Satu komando dalam harmoni gerakan.
Nilai ini sangat relevan dengan pelayanan publik, di mana pemerintah daerah dan aparatur harus bekerja secara terkoordinasi, cepat, dan saling mendukung demi kepentingan masyarakat.
Pelayanan publik yang baik akan terasa ketika masyarakat mudah mengurus administrasi, memperoleh akses program pemerintah, batuan sosial merata, serta mendapatkan perlakuan yang adil dan responsif. ASN tidak cukup hanya hadir dalam seremoni budaya, tetapi juga harus hadir dalam kerja nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat sehari-hari.
Di sisi lain, kegiatan budaya seperti dana-dana memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi rakyat. Dapat menghidupkan UMKM, memberi ruang bagi seniman lokal, meningkatkan kunjungan wisata, serta menciptakan perputaran ekonomi. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, budaya dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Namun realitas yang tidak bisa diabaikan adalah hingga hari ini jelang satu hari ultah Gorut ke 19, daerah ini masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan kesejahteraan masyarakat. Sebagian warga masih bergantung pada sektor informal, nelayan dan petani menghadapi ketidakpastian pendapatan, sementara kesempatan kerja bagi generasi muda masih terbatas.
Ditambah lagi, kondisi fiskal sekarang memang tidak baik-baik saja, ruang fiskal daerah makin sempit, sementara kreatifitas ide menambah pundi-pundi PAD 'kadang' terbentur regulasi. Tapi, rakyat tetap menanti kesejahteraan.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kemeriahan seremoni daerah harus berjalan seiring dengan upaya nyata meningkatkan kesejahteraan bersama. Tarian dana-dana akan memiliki makna yang lebih kuat apabila diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi rakyat, dan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.
Budaya seharusnya bukan hanya simbol perayaan, tetapi menjadi energi pembangunan. Pemerintah, aparatur, dan masyarakat perlu bergerak bersama seperti penari dana-dana — saling menguatkan, menjaga keseimbangan, dan menuju tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan daerah.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya ingin melihat tarian di atas panggung, tetapi ingin merasakan perubahan dalam kehidupan nyata: ekonomi yang tumbuh, pelayanan yang membaik, dan kesejahteraan yang meningkat secara merata. Ketika seluruh elemen daerah mampu menari dalam satu irama pembangunan, maka harapan untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan bersama di Gorontalo Utara akan menjadi kenyataan.
Terima kasih kakanda Thoriq dan Manur pemimpin Gorontalo Utara tercinta.

(Catatan kecil orang Gorut, putra Kwandang)


Share