Go-Pena Baner

Thursday, 11 June, 2026

Raih Gelar Doktor, Marlian Mohamad Tawarkan Model CIPP-SI untuk Keberlanjutan Pesisir

Responsive image
Foto bersama Dr. Marlian Mohamad dengan dewan penguji. Rabu (10/6/2026)

GORONTALO – Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar sidang promosi doktor di Ruang Sidang Promosi Doktor Pascasarjana UNG. Dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP, Marlian Mohamad mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Evaluasi Program Bantuan Kapal Perikanan Berbasis Keberlanjutan Lokal Bagi Nelayan di Kabupaten Gorontalo.” Rabu (10/6/2026).
Dalam penelitian tersebut, Marlian mengkaji efektivitas Program Bantuan Kapal Perikanan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Studi ini berangkat dari fenomena resource-welfare paradox, yakni kondisi ketika wilayah yang memiliki sumber daya laut melimpah belum mampu secara optimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Kecamatan Batudaa Pantai, Biluhu, dan Bilato, penelitian ini mengembangkan model evaluasi baru yang disebut CIPP-SI (Context, Input, Process, Product – Sustainable Integrated). Model tersebut mengintegrasikan aspek keberlanjutan lokal, tata kelola adaptif, modal relasional, hingga kesadaran ekologis dalam mengukur keberhasilan program bantuan kapal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks dan produk, program bantuan kapal dinilai sangat optimal karena mampu mendorong transformasi nelayan dari buruh tangkap menjadi pemilik aset produktif. Perubahan tersebut berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan serta memperkuat mobilitas sosial masyarakat pesisir. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah tantangan pada aspek input dan proses, terutama terkait literasi administratif kelompok nelayan dan keterbatasan pengawasan pasca penyaluran bantuan.
Selain menawarkan evaluasi terhadap program bantuan kapal, penelitian ini juga menghasilkan model CIPP-SI yang dinilai mampu memperluas pendekatan evaluasi kebijakan publik. Melalui model tersebut, keberhasilan program tidak lagi hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan program dalam memperkuat kemandirian, kapasitas, dan keberlanjutan penghidupan nelayan dalam jangka panjang.
Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si, mengapresiasi penelitian yang dilakukan Marlian Mohamad. Menurutnya, disertasi tersebut menghadirkan perspektif baru dalam evaluasi kebijakan publik, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
“Penelitian ini tidak hanya melihat keberhasilan program dari sisi administratif dan distribusi bantuan semata, tetapi juga menempatkan aspek keberlanjutan, pemberdayaan, dan kapasitas masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan kebijakan. Model CIPP-SI yang dikembangkan memiliki nilai akademik dan praktis yang sangat kuat untuk menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih berkelanjutan,” ujar Yanti.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu administrasi publik sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan nelayan di masa mendatang.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ansar, S.Pd., M.Si selaku promotor, Prof. Dr. Ir. Hasim, M.Si sebagai co-promotor I, Dr. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M.Si sebagai co-promotor II, Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si, Dr. Yanti Aneta, M.Si, serta penguji eksternal Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si dari Universitas Negeri Makassar. (*) 


Share