Go-Pena Baner

Saturday, 18 July, 2026

Prof. Novianty: Generasi Z dan Alpha Perlu Kecerdasan Digital yang Berlandaskan Pancasila

Responsive image
Webinar Nasional Lentera Pancasila, salah satu pemateri adalah Prof. Dr. Novianty Djafri.

 

 

GORONTALO – Guru Besar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd.I, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi kompas moral bagi Generasi Z dan Generasi Alpha dalam menghadapi era digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta berbagai tantangan global.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Webinar Nasional Lentera Pancasila bertajuk "Pancasila untuk Masa Depan, Pendidikan Melahirkan Generasi Z dan Generasi Alpha Cerdas, Berakhlak, dan Berdampak." Dalam webinar tersebut, Prof. Novianty membawakan materi "Inovasi dan Dampak Berkelanjutan GenZA (Generasi Z dan Generasi Alpha)."

Menurut Prof. Novianty, pendidikan berbasis Pancasila harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Pancasila adalah kompas moral utama untuk mengarahkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Nilai-nilai luhurnya menjadi pondasi dalam membentuk Generasi Z dan Generasi Alpha yang tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga berkarakter kuat dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi sangat relevan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Menurutnya, generasi muda membutuhkan fondasi moral agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menjaga etika dalam bermedia sosial, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Prof. Novianty juga menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakter Generasi Z dan Alpha. Pendekatan pembelajaran berbasis visual, interaktif, digital, hingga gamifikasi dinilai mampu membuat nilai-nilai Pancasila lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menguraikan tiga pilar utama hubungan Pancasila dengan inovasi berkelanjutan bagi GenZA, yakni landasan moral dalam berinovasi, kolaborasi dan gotong royong untuk menghasilkan solusi yang inklusif, serta keadilan sosial agar setiap inovasi memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pendidikan harus mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Prof. Novianty menambahkan, lembaga pendidikan, termasuk Genza Education, terus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang memadukan penguatan karakter, pengelolaan mental dan emosi, serta penguasaan akademik agar mampu menghasilkan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Ia juga mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan platform pendidikan modern serta menjadikan materi pembinaan ideologi Pancasila sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

"Generasi masa depan harus tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, toleran, berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Dengan demikian, mereka akan menjadi generasi yang membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi Indonesia," pungkasnya.

Webinar Nasional Lentera Pancasila diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, pendidik, mahasiswa, dan masyarakat untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)


Share