Go-Pena Baner

Friday, 17 July, 2026

Prof. Novianty Djafri Tekankan Inovasi Berkelanjutan untuk Mencetak Gen Z dan Alpha Berkarakter Pancasila

Responsive image
Seminar nasional pengabdian masyarakat, salah satu pematerinya adalah Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd.I

Gorontalo – Webinar Nasional bertajuk "Menyalakan Lentera Pancasila: Membangun Generasi Z dan Generasi Alpha yang Cerdas, Berakhlak, dan Berdampak" sukses diselenggarakan secara daring dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas organisasi dan lembaga dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila serta Hari Anti Narkotika Nasional (HANI).

Webinar menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan tujuan memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Z dan Generasi Alpha di tengah tantangan era digital.

Salah satu pemateri utama, Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd, Guru Besar Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo, yang juga Ketua GENZA DPW Provinsi Gorontalo, Ketua Koordinator Wilayah Lentera Pancasila Muda Provinsi Gorontalo, serta Ketua Perempuan ICMI DPW Provinsi Gorontalo, mengangkat tema "Inovasi dan Dampak Berkelanjutan GenZA."

Dalam pemaparannya, Prof. Novianty menegaskan bahwa pendidikan berbasis Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan kepedulian sosial yang kuat.

Menurutnya, Generasi Z dan Generasi Alpha tumbuh di tengah derasnya arus digital, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus membangun kecerdasan moral sebagai kompas dalam memanfaatkan teknologi.

"Pancasila harus menjadi kompas moral bagi Generasi Z dan Alpha. Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, etika, dan karakter agar inovasi yang lahir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Prof. Novianty.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pilar utama yang menjadi landasan inovasi berkelanjutan bagi GenZA. Pertama, nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sebagai dasar lahirnya inovasi yang beretika. Kedua, semangat Persatuan dan Musyawarah yang mendorong kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Ketiga, nilai Keadilan Sosial yang memastikan setiap inovasi memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Prof. Novianty juga memperkenalkan konsep Genza Education, sebuah pendekatan pembelajaran yang memadukan penguatan karakter, pengelolaan mental dan emosi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, model pendidikan tersebut perlu didukung dengan metode pembelajaran yang lebih visual, interaktif, dan sesuai dengan karakter belajar Generasi Alpha.

Ia menilai, pemanfaatan teknologi seperti media digital, simulasi interaktif, hingga gamifikasi dapat menjadi sarana efektif dalam membumikan nilai-nilai Pancasila sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik.

Lebih lanjut, Prof. Novianty menekankan bahwa tujuan akhir pendidikan berbasis Pancasila adalah melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki kemampuan berpikir kritis, toleran terhadap keberagaman, serta mampu menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

"Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila bonus demografi kita dibekali karakter yang kuat. Pancasila menjadi fondasi agar Generasi Z dan Alpha tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat berkelanjutan bagi bangsa," tegasnya.

Selain Prof. Novianty Djafri, webinar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M. sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Dasim Budimansyah dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Abd. Razak Mozin dari Universitas Siber Asia, Dr. Wahyudin Noe dari Universitas Khairun, Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Ibrahim Paneo selaku Kepala BNNK Boalemo, serta Dr. Imam Mashudi dari Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

Melalui webinar nasional ini, para peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, kepala sekolah, guru, siswa, organisasi kemasyarakatan, hingga instansi pemerintah diajak memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu mencetak Generasi Z dan Generasi Alpha yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila. (*)


Share