GORONTALO – Juru Bicara DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Wahidin Ishak, akhirnya angkat bicara menanggapi pertanyaan yang belakangan kerap dilontarkan sejumlah wartawan terkait target kursi Partai Gerindra pada Pemilu mendatang.
Menurut Wahidin, hingga saat ini jajaran Gerindra Gorontalo belum menjadikan pembahasan target kursi sebagai agenda utama. Ia menegaskan, suasana kebatinan kader partai saat ini lebih banyak diisi dengan perenungan dan kerja-kerja nyata untuk masyarakat dibanding membicarakan ambisi politik.
"Kami masih dalam suasana sedih dan lebih memilih fokus pada kerja-kerja yang bermanfaat bagi rakyat. Membahas jumlah kursi atau jabatan bukan menjadi prioritas kami saat ini," ujar Wahidin dalam keterangan persnya.
Ia menjelaskan, pembicaraan mengenai target perolehan kursi masih terlalu dini. Menurutnya, penetapan target politik harus didasarkan pada analisis yang matang, bukan sekadar keinginan.
"Pemilu masih lama. Mau target dua kursi, tiga kursi, empat kursi, bahkan semua kursi sekalipun boleh saja, karena itu namanya target. Tetapi di Gerindra, target tidak disusun asal-asalan. Harus ada analisis politik yang komprehensif, dan itu saat ini belum kami susun," katanya.
Wahidin menambahkan, ada pertanyaan yang jauh lebih penting dibanding sekadar membicarakan target kursi. Menurutnya, Partai Gerindra selalu mendorong kader-kadernya untuk mengukur keberhasilan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
"Pertanyaan utama di Gerindra bukan berapa kursi yang ingin diraih, tetapi seberapa banyak orang yang merasakan manfaat dari keberadaan kita. Semakin banyak masyarakat yang merasa terbantu dan menganggap kita berguna, maka itu yang paling penting," tegasnya.
Pernyataan tersebut, lanjut Wahidin, menjadi penegasan bahwa orientasi Gerindra Gorontalo saat ini adalah memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Soal kontestasi politik dan target perolehan kursi akan dibahas pada waktunya, setelah melalui kajian dan analisis politik yang matang. (*)