GORONTALO – Guru Besar Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd.I, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas moral bagi Generasi Z dan Generasi Alpha dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikan Prof. Novianty saat menjadi narasumber pada Webinar Nasional Lentera Pancasila bertajuk “Pancasila untuk Masa Depan”, melalui materi berjudul “Inovasi dan Dampak Berkelanjutan GenZA”.
Dalam pemaparannya, Prof. Novianty menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, pendidikan berbasis Pancasila menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
"Pancasila berfungsi sebagai kompas moral bagi Generasi Z dan Generasi Alpha di era digital. Pendidikan berbasis Pancasila akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdampak dengan menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan fondasi karakter, toleransi, dan nilai kemanusiaan," ujar Prof. Novianty.
Guru Besar yang memiliki kepakaran di bidang Psikologi Manajemen Pendidikan itu menjelaskan, inovasi yang dihasilkan generasi muda harus selalu berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, setiap kemajuan teknologi harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia menguraikan tiga pilar utama hubungan antara inovasi Generasi Z dan Alpha dengan nilai-nilai Pancasila. Pertama, Pancasila menjadi landasan moral dalam menciptakan inovasi yang beretika dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kedua, nilai persatuan dan musyawarah mendorong lahirnya kolaborasi serta solusi inovatif yang inklusif terhadap berbagai persoalan bangsa. Ketiga, inovasi harus berorientasi pada keadilan sosial, pemerataan manfaat, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Menurut Prof. Novianty, pendidikan saat ini tidak lagi cukup berorientasi pada kemampuan kognitif semata. Pengembangan karakter harus berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi agar mampu menjawab tantangan masa depan.
"Generasi muda harus dibentuk menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis, memiliki kemampuan memecahkan masalah, tetapi tetap mengedepankan etika, nilai kemanusiaan, serta semangat gotong royong," katanya.
Ketua DPW GenZA Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Koordinator Wilayah Lentera Pancasila Muda Provinsi Gorontalo itu juga menekankan pentingnya transformasi metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter Generasi Z dan Alpha.
Menurutnya, pembelajaran berbasis visual, media interaktif, gamifikasi, hingga simulasi digital perlu dikembangkan agar nilai-nilai Pancasila lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia mendorong dunia pendidikan agar mampu mengubah peserta didik dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta solusi melalui inovasi sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Prof. Novianty menilai bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila secara konsisten akan melahirkan generasi yang berakhlak, toleran, kritis, kreatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Ia juga mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan platform pendidikan modern, termasuk mengembangkan laboratorium pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila melalui berbagai inovasi pendidikan seperti yang dikembangkan GenZA Education.
Di akhir pemaparannya, Prof. Novianty menegaskan bahwa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecakapan digital, serta karakter yang berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila.
"Pancasila adalah kompas moral utama untuk mengarahkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Nilai-nilai luhurnya menjadi pondasi dalam membentuk Generasi Z dan Generasi Alpha yang tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara," pungkasnya.(*)