Go-Pena Baner

Thursday, 20 August, 2026

Lewat Program Pengabmas, Tim Poltekkes Kemenkes Gorontalo Berdayakan Warga Lauwonu Olah Pangan Lokal Ramah Diabetes

Responsive image
Foto bersama Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Gorontalo dengan Kepala Desa dan masyarakat.

GORONTALO — Sebagai upaya nyata dalam membantu pengelolaan penyakit Diabetes Mellitus (DM) berbasis potensi lokal, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo menggelar program edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Lauwonu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.  
Program yang diketuai oleh Maya Kumalasari Sugiyanto, S.K.M., M.Si, bersama anggota tim Anna Y. Pomalingo, S.Gz, M.Kes, dan Nur Natalia H. Uri, S.T.P, ini berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal ber-indeks glikemik rendah sebagai alternatif pola makan sehat bagi penderita diabetes. Langkah ini diambil guna merespons masih rendahnya pemahaman masyarakat desa terkait pemilihan menu makanan aman yang dapat menjaga kestabilan kadar gula darah.  Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner pre-test oleh para peserta untuk mengukur pemahaman awal mengenai pola diet diabetesi.

Setelah itu, tim memberikan penyuluhan gizi interaktif menggunakan leaflet dan modul panduan. Materi yang disampaikan mencakup pengaturan pola makan sehat, pengenalan jenis pangan lokal ber-indeks glikemik rendah, serta teknik pemilihan bahan makanan yang tepat.  Tidak berhenti pada penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi praktik pengolahan pangan lokal, yakni pembuatan Biskuit Kelor. Produk inovasi ini memanfaatkan keunggulan daun kelor yang kaya antioksidan dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga aman dikonsumsi penderita DM sebagai makanan selingan.

Sesi acara kemudian ditutup dengan post-test serta pendampingan berkala selama 1–2 minggu untuk memantau penerapan keterampilan tersebut di rumah tangga masing-masing.  Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita DM serta keluarganya dalam mengontrol kadar gula darah. Selain itu, program ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengolah makanan sehat mandiri tanpa bergantung pada produk olahan pabrikan yang cenderung mahal. Dengan mengoptimalkan potensi bahan alam sekitar seperti daun kelor dan umbi-umbian, tim pengabmas berharap tercipta kemandirian kesehatan dan perubahan pola hidup sehat yang berkelanjutan di tingkat desa.  

Kepala Desa Lauwonu, Sudianto Rivai, menyambut positif dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pemberdayaan ini. Pihak pemerintah desa berharap kolaborasi bersama akademisi dan posyandu ini dapat memberikan dampak nyata dalam menekan risiko komplikasi diabetes serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Lauwonu. (*) 


Share