Go-Pena Baner

Wednesday, 19 August, 2026

Melalui Yayasan, Sarjon Usahakan Siswa Mootilango Tersentuh Bantuan Seragam dan PIP

Responsive image
Siswa SDN 6 Mootilango menerima bantuan seragam dan PIP.

Gorontalo — Kepedulian terhadap akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu mulai diwujudkan melalui program bantuan perlengkapan sekolah. Pada Rabu (19/8/2026), Sarjon Adarani menyalurkan bantuan seragam, sepatu dan perlengkapan belajar kepada siswa SDN 6 Mootilango, Desa Pilomonu, Kecamatan Mootilango.

Selain menyerahkan bantuan, Sarjon bersama yayasan pendidikan yang baru dibentuk sekitar satu bulan lalu itu juga mengawal usulan tambahan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang belum terakomodasi dalam kuota reguler sekolah.

Sebanyak 10 siswa SDN 6 Mootilango menerima paket bantuan secara gratis. Bantuan tersebut terdiri atas pakaian sekolah, topi, dasi, buku tulis, pensil dan sepatu.

Program ini merupakan tahap awal sekaligus uji coba yayasan pendidikan yang mendapat dukungan Elnino M. Husein Mohi. Untuk periode Agustus hingga September 2026, yayasan menyiapkan kuota sebanyak 100 paket seragam dan sepatu bagi siswa yang membutuhkan.

Sarjon mengatakan, bantuan tahap pertama masih menggunakan ukuran standar. Karena itu, pihaknya meminta sekolah melakukan pendataan ulang ukuran pakaian dan sepatu siswa agar penyaluran berikutnya lebih tepat sasaran.

Pendataan tersebut terutama diarahkan kepada siswa kelas II hingga kelas V.

“Yayasan ini baru dibentuk satu bulan dan langsung dibantu oleh Tole Elnino. Langkah awal kita mulai dari uji coba seragam sekolah. Ke depan, kita juga siap mengawal proposal rehabilitasi kelas dan sekolah yang membutuhkan ke Kementerian Pendidikan,” ujar Sarjon.

Tak berhenti pada bantuan perlengkapan sekolah, yayasan juga membuka ruang bagi sekolah untuk menyampaikan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas maupun fasilitas pendukung pendidikan lainnya.

Usulan tersebut nantinya akan dikawal dan diteruskan melalui jalur yang tersedia kepada Kementerian Pendidikan.

Perhatian yayasan juga diarahkan pada persoalan keterbatasan penerima PIP. Melalui jalur aspirasi/yayasan, pihaknya memfasilitasi pengusulan siswa kurang mampu yang belum masuk dalam kuota PIP reguler sekolah.

Kepala SDN 6 Mootilango, Almawati Lamusu, S.Pd., menyambut baik dukungan tersebut. Ia mengatakan sekolahnya saat ini memiliki 127 siswa, namun baru sekitar 52 siswa yang telah menerima PIP melalui kuota reguler.

Menurut Almawati, bantuan perlengkapan sekolah dan upaya memperjuangkan tambahan penerima PIP menjadi dukungan penting bagi siswa yang belum mendapatkan bantuan.

“Terima kasih banyak atas partisipasi dan dukungannya terhadap sekolah kami. Bantuan pakaian dan sepatu ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak agar lebih giat dan rajin datang ke sekolah dengan pakaian yang rapi dan bersih,” kata Almawati.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap awal, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan, khususnya di Desa Pilomonu.

“Semoga yayasan ini terus berjaya dan berkelanjutan demi masa depan anak-anak di Desa Pilomonu,” tuturnya.

Program bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan perlengkapan sekolah keluarga kurang mampu, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap berbagai dukungan pendidikan, termasuk PIP dan peningkatan fasilitas sekolah. (Fikri) 


Share