Go-Pena Baner

Tuesday, 18 August, 2026

UNG dan Tanggidaa Group Latih Anak TK Buat Mainan Edukatif dari Limbah Plastik

Responsive image
CEO Tanggidaa Group bersama tim PISN. (Foto: Fazri/Gopena.id)

GORONTALO - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Tanggidaa Group menggelar kegiatan pelatihan pembuatan mainan edukatif berbasis kriya daur ulang plastik di TK Damhil UNG dan TK Pembina Agropolitan, pada Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026.

 

Program ini dilaksanakan melalui Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA), dengan UNG sebagai pelaksana dan Tanggidaa Group sebagai mitra pengembang inovasi. Tujuannya, menjadikan limbah plastik sebagai media bermain sekaligus sarana belajar yang sesuai karakter anak usia dini.

 

Kegiatan tak sekadar menyampaikan pemahaman soal pengelolaan sampah plastik. Anak-anak diajak langsung melihat bahwa benda yang kerap dianggap sampah dapat diolah menjadi karya bernilai guna dan edukatif. Mereka diperkenalkan pada seluruh proses—mulai pemilahan bahan, persiapan, hingga pembentukan menjadi mainan.

 

Ketua Tim PISN UNG, Wira Pratama Rumbambie, S.Ds., M.Ds., menjelaskan kegiatan ini mempertemukan seni, kreativitas, pendidikan anak usia dini, dan kepedulian lingkungan dalam satu wadah.

 

“Kami ingin mempertemukan aspek seni, kreativitas, pendidikan anak usia dini, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu kegiatan. Plastik yang biasanya hanya dipandang sebagai sampah dapat kita ubah menjadi media bermain dan belajar. Dengan begitu, anak tidak hanya bermain, tetapi juga mulai mengenal nilai kreativitas, pemanfaatan kembali material, dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Wira.

 

Keterlibatan mitra dari komunitas lingkungan dinilai memperkuat pelaksanaan karena memberikan pengalaman langsung yang nyata dengan kondisi pengelolaan sampah di masyarakat.

 

Jamludin Kadir, S.Pd., dari Tanggidaa Group menyampaikan, edukasi sampah sejak dini perlu disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

 

“Kami di Tanggidaa Group melihat bahwa edukasi sampah tidak harus selalu dilakukan dengan cara menyalahkan bahwa sampah itu harus dibuang. Anak-anak dapat dikenalkan bahwa plastik yang sudah tidak terpakai masih dapat memiliki nilai apabila dipilah dan diolah dengan benar. Melalui mainan edukatif, pesan tentang lingkungan menjadi lebih dekat dengan dunia anak,” kata Jamludin, Selasa, (18/8/2026).

 

Kegiatan juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular secara sederhana bahwa plastik yang tadinya berpotensi jadi sampah dapat diolah kembali menjadi produk baru, sehingga siklus penggunaannya lebih panjang.

 

Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini menanamkan kesadaran sejak dini soal pentingnya mengurangi sampah plastik, memanfaatkan kembali material, serta mengenal prinsip ekonomi sirkular lewat aktivitas yang menyenangkan.

 

Program ini diharapkan tidak berhenti di pelatihan, tetapi mendorong sekolah dan pendamping terus mengembangkan media bermain-belajar berbahan ramah lingkungan, sehingga pendidikan lingkungan tumbuh dalam keseharian anak.

 

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan, sehingga program dapat berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membangun pendidikan, kreativitas, serta kepedulian lingkungan sejak usia dini. (fajri)


Share