GORONTALO – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 memasuki hari ketiga, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber penting, yakni Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intelijen) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., dan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D.
Keduanya memberikan pembekalan kepada 5.166 mahasiswa baru UNG mengenai pentingnya membangun masa depan, menjaga pergaulan, serta mempersiapkan diri sejak bangku kuliah untuk mencapai profesi dan cita-cita yang diinginkan.
Dalam kegiatan tersebut, penyampaian materi dipandu langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, MT. Turut hadir Kapolda Gorontalo dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo.
Dalam materinya, JAM Intelijen Prof. Reda Manthovani mengingatkan mahasiswa baru agar memiliki target yang jelas selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa yang memilih fakultas dan jurusan tertentu harus konsisten dengan cita-cita profesi yang ingin dicapai. Perjalanan menuju kelulusan, kata dia, tidak selalu mudah karena mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan, cobaan dan godaan.
“Harus konsisten dengan keinginan, karena dalam perjalanan menuju lulus sarjana akan banyak cobaan dan godaan yang bisa membuat semangat kalian turun,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa membangun lingkungan dan jaringan pertemanan yang mendukung proses pendidikan. Sebaliknya, mahasiswa diminta menghindari jaringan pergaulan yang justru dapat merusak masa depan.
“Bentuk jaringan yang mendukung studi kalian, bukan jaringan yang malah membuat kalian rusak,” pesannya.
Prof. Reda juga mengajak mahasiswa untuk mulai membayangkan dan menetapkan profesi yang ingin mereka tekuni setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, memiliki target merupakan bagian penting dalam menjaga motivasi selama menjalani masa perkuliahan.
“Kalau tidak punya target atau tidak punya harapan, kalian akan kuliah sesukanya saja. Harus punya target dan gambaran ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan cita-cita membuat seseorang memiliki mimpi, keinginan dan semangat untuk terus berkembang. Karena itu, profesi yang ingin dicapai perlu dipersiapkan sejak mahasiswa, bukan baru dipikirkan setelah lulus.
“Seorang yang ingin menjadi guru, dokter atau profesi lainnya harus dimulai sejak bangku kuliah. Semua harus dipraktikkan dari sekarang,” tuturnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan jurusan masing-masing, berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya, serta belajar dari mereka yang telah lebih dahulu sukses.
Menurutnya, lingkungan yang positif akan memberikan motivasi sekaligus membantu mahasiswa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita.
“Banyak membaca buku, berdiskusi dengan orang-orang yang sesuai dengan jurusan masing-masing, terutama mereka yang sudah sukses terlebih dahulu, sehingga kalian termotivasi menjadi apa yang kalian inginkan,” jelasnya.
Prof. Reda mengingatkan mahasiswa baru UNG agar berhati-hati dalam memilih teman dan membangun jaringan selama berada di lingkungan kampus.
“Jangan bergaul atau memiliki network yang salah,” tegasnya.
Ia berharap pembekalan dalam PKKMB tidak hanya menjadi pengetahuan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi bekal dalam menentukan arah kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di UNG.
Sementara itu, kehadiran Wamenkes Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono memberikan perspektif lain kepada mahasiswa baru, khususnya terkait pendidikan, kesehatan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan PKKMB ini, UNG terus mendorong mahasiswa baru tidak hanya mengenal kehidupan akademik di kampus, tetapi juga memiliki karakter, visi, jejaring positif dan target masa depan yang jelas sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. (Wan)