Go-Pena Baner

Friday, 02 October, 2026

BMKG Prediksi Musim Hujan Gorontalo Mulai November, Gusnar Minta Kesiapsiagaan Diperkuat

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima BMKG, Jumat (2/10/2026)

 

 

 

GORONTALO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 di Provinsi Gorontalo mulai berlangsung secara bertahap pada pertengahan November hingga pertengahan Desember 2026.

Prediksi tersebut disampaikan BMKG dalam audiensi bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa secara umum wilayah Gorontalo saat ini masih berada dalam periode musim kemarau.

Namun, kata dia, peluang pertumbuhan awan dan curah hujan di sejumlah wilayah mulai mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi adanya perubahan dinamika atmosfer menuju musim hujan.

"Masyarakat perlu mewaspadai perubahan kondisi atmosfer yang menandai peralihan menuju musim hujan, meskipun saat ini secara umum kita masih berada di musim kemarau," ujar Satria.

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Gorontalo diperkirakan tidak terjadi secara serentak. Wilayah Gorontalo bagian timur diprediksi lebih dahulu memasuki musim hujan, kemudian secara bertahap meluas ke wilayah bagian barat.

Perbedaan waktu masuknya musim hujan tersebut dipengaruhi kondisi geografis serta dinamika atmosfer yang terjadi di masing-masing wilayah.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut baik informasi dan prakiraan yang disampaikan BMKG. Menurutnya, informasi cuaca dan iklim menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah antisipasi.

"Informasi dari BMKG ini sangat berharga bagi kami. Pemerintah daerah akan bersama-sama instansi terkait mempersiapkan diri sejak dini agar dampak perubahan musim terhadap masyarakat dapat kita minimalkan," kata Gusnar.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama dalam menghadapi potensi dampak yang dapat muncul selama masa peralihan musim.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang berasal dari sumber yang belum terverifikasi.

Dengan kesiapsiagaan sejak dini dan koordinasi antara BMKG, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat, berbagai potensi risiko selama peralihan musim diharapkan dapat diantisipasi dan diminimalkan. (*)


Share