GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) ke Gedung Rektorat UNG, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses awal mematangkan rencana kerja sama antara UNG dan KemenP2MI. Pertemuan membahas substansi draf Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus mempersiapkan berbagai aspek teknis menuju penandatanganan kerja sama.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., mengatakan pertemuan secara langsung tersebut penting untuk menyelaraskan berbagai poin dalam draf kerja sama sebelum memasuki tahap finalisasi.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto.
Menurutnya, penyelarasan substansi diperlukan agar kerja sama yang dibangun memiliki arah, ruang lingkup, serta target yang jelas dan dapat diimplementasikan secara optimal oleh kedua pihak.
Pembahasan dilakukan bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan masing-masing institusi, sehingga kerja sama yang nantinya disepakati tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat diwujudkan dalam program konkret.
“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas,” jelasnya.
Bagi UNG, penguatan kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama kelembagaan.
Pertemuan UNG dan KemenP2MI ini sekaligus menjadi pijakan awal menuju kemitraan yang lebih konkret. Melalui kerja sama yang akan dibangun, kedua pihak diharapkan dapat membuka berbagai ruang kolaborasi yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
Dengan demikian, rencana MoU tersebut tidak hanya menjadi bentuk penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga diharapkan dapat melahirkan program kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia di Gorontalo. (*)