Go-Pena Baner

Wednesday, 10 June, 2026

BBPOM Uji Keamanan Pangan Untuk 100 Sekolah di Gorontalo

Responsive image
Lintang Purba Jaya (kanan) saat diwawancarai media. (Foto: Fazri/Gopena)

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo menggelar acara pelepasan awal atau kick off upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang digelar bersama dengan Saka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM). Selasa (9/6/2026) di MIN 1 Kota Gorontalo. 
 
Kepala BBPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, menjelaskan, kegiatan ini menargetkan pengujian keamanan pangan di 100 sekolah yang tersebar di seluruh Provinsi Gorontalo, dengan jumlah sampel minimal 1.600 contoh pangan. Sampel yang diuji mencakup makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta jajanan anak sekolah yang beredar di dalam dan sekitar lingkungan pendidikan.
 
“Pengujian ini dilakukan langsung oleh anggota Saka POM yang telah mendapatkan pelatihan dan memiliki kompetensi. Pelaksanaannya tetap mengedepankan standar kualitas dan pengawasan ketat agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
 
Ia menekankan, tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya instansi terkait.
 
“Keamanan pangan bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau Badan POM, melainkan juga tanggung jawab sekolah, gerakan Pramuka, serta seluruh elemen masyarakat. Semua pihak harus ikut terlibat mengawasi dan memastikan apa yang dikonsumsi anak-anak terjamin keamanannya,” tegasnya.
 
Mengacu data hasil pengawasan tahun 2025, Lintang menyebutkan sebanyak 80–90 persen sampel pangan di sekolah dinyatakan aman dikonsumsi. Meski demikian, masih terdapat sekitar 10 persen yang belum memenuhi standar keamanan.
 
“Sebagian yang belum memenuhi syarat umumnya terindikasi mengandung cemaran atau bahan berbahaya. Atas temuan tersebut, kami terus memperkuat langkah pengamanan,” jelasnya.
 
Pengambilan sampel dilakukan secara acak, mencakup seluruh sekolah serta lokasi penjualan pangan di dalam dan luar lingkungan sekolah. Khusus untuk mencegah risiko keracunan terkait program MBG, langkah yang paling utama adalah memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada pihak sekolah dan para siswa.
 
“Upaya pencegahan yang paling efektif adalah meningkatkan pemahaman sekolah dan anak-anak tentang pentingnya memilih dan mengonsumsi makanan yang bersih serta terjamin keamanannya,” pungkasnya.


Share