Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Provinsi Lampung pada 10–11 Juni 2026 menjadi ajang konsolidasi sekaligus adu gagasan para pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Setelah resmi dibuka oleh Prabowo Subianto, berbagai rangkaian agenda Munas langsung berlangsung secara maraton, mulai dari registrasi peserta peninjau dan peserta penuh, pembahasan tata tertib, hingga pelaksanaan Sidang Pleno I sampai dengan Sidang Pleno IV.
Dalam forum nasional tersebut, Badan Pimpinan Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Gorontalo tampil menonjol dan menjadi salah satu kontingen yang paling aktif mewarnai jalannya persidangan. Dipimpin langsung Ketua BPD HIPMI Gorontalo Rusli Anwar Achmad dan Ketua Rombongan Iswan Febriyanto Saleh, delegasi Gorontalo hadir dengan kekuatan penuh dan konsisten mengawal berbagai dinamika forum.
Sepanjang pembahasan tata tertib maupun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kontingen Gorontalo kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap sejumlah poin yang dinilai perlu diperbaiki. Sikap tegas tersebut membuat delegasi Gorontalo menjadi perhatian peserta Munas dari berbagai daerah.
Bahkan dalam beberapa momen yang berlangsung cukup dinamis, termasuk saat terjadi aksi saling dorong antarpeserta, delegasi Gorontalo tetap menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menyampaikan argumentasi serta mempertahankan sikap organisasi.
Sejumlah kader HIPMI Gorontalo turut menjadi sorotan forum, di antaranya Rio Anwar Pala dan Ketua BPD HIPMI Gorontalo Rusli Anwar Achmad yang beberapa kali aktif menyampaikan pandangan dalam persidangan.
Dalam wawancaranya, Rio Anwar Pala menegaskan bahwa sejak awal kontingen Gorontalo telah menentukan sikap politik organisasi dan tetap berpegang teguh pada komitmen tersebut hingga akhir pelaksanaan Munas.
“Dari awal torang so pate di Afi. Apa pun yang terjadi torang tetap konsisten dan komitmen. Kemenangan itu hanya bonus dari proses perjuangan, tapi komitmen itu adalah mental juara. Itu yang diajarkan senior-senior kami sebelumnya,” ujar Rio.
Semangat dan militansi yang ditunjukkan delegasi Gorontalo mendapat apresiasi dari sejumlah peserta Munas. Tidak sedikit peserta dari berbagai provinsi yang mengakui keberanian serta konsistensi sikap yang diperlihatkan oleh kontingen Gorontalo selama forum berlangsung.
“Luar biasa Gorontalo, semangat dan nyalinya sangat tinggi,” ungkap beberapa peserta Munas.
Diketahui, BPD HIPMI Provinsi Gorontalo sejak awal hingga akhir memberikan dukungan kepada calon Ketua Umum BPP HIPMI Afifuddin Kalla. Meski demikian, hasil pemilihan akhirnya menetapkan Ade Jona sebagai Ketua Umum terpilih.
Menanggapi berakhirnya rangkaian Munas, Ketua BPD HIPMI Provinsi Gorontalo Rusli Anwar Achmad yang didampingi Sekretaris Umum Andi Mohamad Karaka menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh anggota kontingen Gorontalo yang telah berjuang mengawal sikap organisasi hingga forum selesai.
“Saya sangat bangga kepada seluruh tim dari Gorontalo. Kita mungkin kalah dari sisi jumlah, tetapi mampu menunjukkan kualitas argumentasi dan menguasai forum dengan gagasan-gagasan yang baik. Terima kasih atas komitmen dan perjuangan teman-teman yang tetap konsisten hingga akhir,” kata Rusli.
Menurutnya, Munas XVIII HIPMI bukan sekadar arena kontestasi kepemimpinan, tetapi juga momentum pembelajaran, konsolidasi, dan penguatan karakter kepemimpinan bagi kader-kader HIPMI di seluruh Indonesia.
Kehadiran dan peran aktif BPD HIPMI Gorontalo dalam Munas XVIII HIPMI menjadi bukti bahwa daerah tersebut terus melahirkan kader-kader pengusaha muda yang berani bersuara, memiliki daya juang tinggi, serta tetap menjunjung komitmen organisasi dalam setiap proses demokrasi yang dijalani. (Wan)