Go-Pena Baner

Thursday, 08 October, 2026

Buka Hari Pangan Sedunia, Gubernur Gusnar: Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat bersalaman dengan peserta Kegiata Hari Pangan Sedunia.

Buka Hari Pangan Sedunia, Gubernur Gusnar: Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Besar Pengentasan KemiskinanMANADO – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka secara resmi Peringatan Hari Pangan Sedunia yang dilaksanakan di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Manado, Sulawesi Utara, Selasa (6/10/2026).

Dalam sambutannya, Gusnar mengawali dengan ungkapan syukur karena dapat kembali bertemu dengan sejumlah sahabat lama di Bumi Nyiur Melambai.

Menurutnya, keberadaan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian memiliki makna tersendiri dan menjadi salah satu sumber semangat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian, khususnya di Provinsi Gorontalo.

“Balitka sudah menjadi spirit kita semua. Saya ingin menyampaikan bahwa kami di Gorontalo sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Menteri Pertanian soal hilirisasi pertanian dengan alokasi 10.000 hektare bibit kelapa yang sudah disebarkan kepada masyarakat,” ujar Gusnar.

Ia menjelaskan, program hilirisasi pertanian yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Gorontalo merupakan program jangka panjang yang manfaatnya akan mulai dirasakan masyarakat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Gusnar menilai, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program hilirisasi ini merupakan program besar yang akan dinikmati tiga sampai lima tahun ke depan,” katanya.

Selain hilirisasi kelapa, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga tengah menyiapkan program hilirisasi ayam secara terintegrasi. Program tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan Danantara dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun.

Menurut Gusnar, jika seluruh program hilirisasi tersebut dapat dikelola dan dilaksanakan secara baik, maka akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka kemiskinan di Gorontalo.

“Kalau program hilirisasi dibadani dengan baik, saya yakin pengentasan kemiskinan bisa kita atasi, ditambah dengan hilirisasi kelapa,” tegasnya.

Gusnar berharap momentum Hari Pangan Sedunia dapat menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sektor pangan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata dia, akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan produksi dan hilirisasi, sehingga komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat. (*)


Share