Go-Pena Baner

Thursday, 08 October, 2026

Bahas Kebijakan Penuntasan Kemiskinan KAT di Gorontalo Utara, Sainudin Latare Raih Gelar Doktor

Responsive image
Foto bersama Dr. Sainudin Latare dengan para dewan penguji. Selasa (6/10/2026).

GORONTALO — Sainudin Latare, mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menjalani ujian promosi doktor atas disertasinya berjudul “Kebijakan Penuntasan Kemiskinan pada Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo”, Selasa (6/10/2026).

Ujian berlangsung di Ruang Promosi Doktor Program Pascasarjana UNG. Suasana ujian berjalan serius dan akademis. Sainudin memaparkan hasil penelitian di hadapan jajaran dewan penguji, kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman terhadap substansi penelitian yang berkaitan dengan kebijakan penuntasan kemiskinan masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Jalannya ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP.

Dalam penelitian tersebut, Sainudin mengkaji kebijakan penuntasan kemiskinan masyarakat KAT di Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya dari sisi isi kebijakan, konteks implementasi, serta dampak dan perubahan yang ditimbulkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masyarakat KAT tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi kondisi geografis, sosial, budaya, keterbatasan akses pelayanan dasar serta faktor kelembagaan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa belum optimalnya regulasi di tingkat lokal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan kebijakan penuntasan kemiskinan bagi masyarakat KAT.

Sebagai rekomendasi, Sainudin menawarkan Model Pemberdayaan Berkelanjutan berbasis SIGAP atau Sustainable, Integrated, Governed, Adaptive, and Participative. Model ini mengintegrasikan nilai sosial budaya lokal Huyula ke dalam tata kelola pemerintahan formal, sehingga kebijakan pemberdayaan masyarakat KAT diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Ketua Program Doktor Administrasi Publik UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si., turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan ujian promosi doktor tersebut. Ia menilai kajian yang diangkat Sainudin memiliki relevansi dengan persoalan pembangunan dan pelayanan publik, khususnya dalam upaya pemerintah menangani kemiskinan pada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai layanan dasar.

Menurut Yanti, kajian mengenai masyarakat KAT penting untuk terus dikembangkan dalam perspektif administrasi publik karena penyelesaian persoalannya membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga memperhatikan karakteristik masyarakat, kondisi lingkungan, pemberdayaan serta keberlanjutan program.

Ia juga menekankan pentingnya hasil penelitian doktoral tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan publik dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan program pemberdayaan masyarakat.

Prof. Dr. Sastro M. Wantu, S.H., M.Si bertindak sebagai Promotor, Dr. Sukarman Kamuli, M.Si sebagai Co-Promotor I dan Dr. Irawaty Igirisa, S.Pd., M.Si sebagai Co-Promotor II.

Dewan penguji juga terdiri dari Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si sebagai Penguji Internal I, Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si sebagai Penguji Internal II, serta Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, M.Si, Guru Besar Universitas Negeri Manado, Jurusan Sosiologi, sebagai Penguji Eksternal.

Ujian promosi doktor tersebut menjadi bagian dari proses akademik untuk menguji kedalaman penguasaan Sainudin terhadap hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan kontribusi ilmiah yang ditawarkan melalui disertasinya.

Kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu administrasi publik, sekaligus memberikan perspektif baru dalam perumusan kebijakan penuntasan kemiskinan yang lebih adaptif dan berbasis pada kondisi sosial budaya masyarakat KAT di Gorontalo Utara. (Wan) 


Share