LIMBOTO, (Go-Pena.id) — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta pemerintah desa tidak mudah melempar persoalan masyarakat ke tingkat kabupaten. Setiap masalah yang masih dapat ditangani di desa dan kecamatan diminta diselesaikan terlebih dahulu di tingkat tersebut.
Pesan itu disampaikan Sofyan saat memimpin Apel Akbar Jajaran Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tingkat Kabupaten Gorontalo, Senin (5/10/2026).
Menurut Sofyan, desa merupakan garda terdepan pemerintah karena perangkat desa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa dinilai paling mengetahui kondisi dan kebutuhan warga.
“Kalau masih bisa diselesaikan di tingkat desa dan kecamatan, selesaikan di sana. Kalau membutuhkan koordinasi dengan OPD, sampaikan kepada pemerintah daerah,” kata Sofyan.
Alih-alih seluruh persoalan langsung dibawa ke pemerintah kabupaten, Sofyan meminta jajaran desa mampu menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mengidentifikasi sekaligus menangani persoalan masyarakat sejak awal.
Ia menilai pola tersebut penting agar pelayanan publik berjalan lebih cepat dan persoalan tidak menumpuk di tingkat kabupaten.
Lantas, jika persoalan membutuhkan kewenangan atau penanganan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa diminta segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Sofyan juga meminta seluruh jajaran desa bergerak dalam satu barisan dan satu komando. Menurutnya, kesamaan arah diperlukan agar program pembangunan di desa tetap sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo.
“Harus dalam satu jajaran, satu barisan, satu komando agar tidak terpecah-pecah dan komandonya terarah,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyatuan urusan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa dalam satu OPD harus diikuti dengan penguatan koordinasi hingga ke tingkat pemerintahan desa.
Terlebih, sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat membutuhkan respons cepat, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sofyan menyebut distribusi air bersih terus diperluas seiring bertambahnya titik kekurangan air. Hingga saat ini, PDAM telah mendistribusikan sekitar 32.000 kiloliter air kepada masyarakat.
“Kita masih mengalami bencana kekeringan yang terus kita atasi. Titik distribusi makin hari makin banyak,” katanya.
Selain kekeringan, ia meminta pemerintah desa memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap praktik pembakaran lahan secara sengaja.
Menurut Sofyan, berbagai persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah kabupaten. Penanganannya membutuhkan kekompakan seluruh jajaran pemerintahan hingga ke tingkat desa.
“Semangat kita, komitmen kita: satu barisan, satu komando, satu gerakan bersama Sofyan-Tonny,” tegasnya. (Fikri)