Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Wagub Idah Syahidah Hadiri Penutupan HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo, Serahkan Piagam Penghargaan untuk Kejari

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH menghadiri penutupan HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo di Pasar Modern Limboto, Rabu (3/12/2025) malam

GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mewakili Gubernur menghadiri rangkaian penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-352 Kabupaten Gorontalo yang digelar di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), Rabu (3/12/2025) malam.

Pada kesempatan tersebut, wagub menyerahkan Piagam Penghargaan dari Gubernur Gorontalo kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo atas inovasi JALINAN (Jaksa Lindungi Anak), sebuah program yang dinilai berkontribusi besar pada perlindungan anak di daerah.

Dalam sambutannya, Idah menegaskan bahwa perayaan HUT Kabupaten Gorontalo setiap tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat komitmen pembangunan dan pelayanan publik.

“Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo selalu menghadirkan makna yang mendalam, bukan sekedar perayaan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk melanjutkan kembali komitmen kita terhadap pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, serta mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan panjang 352 tahun Kabupaten Gorontalo mencerminkan kemampuan daerah beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Dan demikian Kabupaten Gorontalo dengan sejarah panjang selama 352 tahun telah menjadi pusat dinamika, budaya, ekonomi, pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. Usia panjang ini adalah bukti bahwa daerah ini terus tumbuh beradaptasi dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” kata Idah.

Wagub kemudian menyampaikan apresiasi kepada Kejari Kabupaten Gorontalo atas inovasi JALINAN.

“Dan pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo beserta jajaran atas lahirnya inovasi JALINAN atau Jaksa Lindungi Anak. Inovasi ini bukan hanya program teknis, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak Gorontalo,” tegasnya.

Ia menuturkan program tersebut mengedepankan pendekatan restoratif dan humanis.

“Melalui program ini, penanganan kasus-kasus yang melibatkan anak dilakukan dengan pendekatan restoratif, humanis, serta mengedepankan perlindungan hak-hak anak. Inilah bentuk kolaborasi sejati antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama menjaga generasi penerus kita dari berbagai ancaman,” lanjutnya.

Idah berharap inovasi ini menginspirasi berbagai pihak untuk terus menghadirkan terobosan yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Dan tentunya saya berharap inovasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, dan lembaga lainnya untuk terus melahirkan terobosan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tutupnya. (Ayi)


Share